Berita Kupang Hari Ini

Kimia Unimor Bersama Masyarakat Desa Oeolo Buat Biodiesel dari Tanaman Lokal Feun Kase

sehingga masyarakat Oeolo terutama anak muda, harus tahu potensi daerahnya dan juga tahu cara membuat biodiesel

Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/H.O PRODI KIMIA UNIMOR
Kegiatan Pembuatan Biodiesel dari Tanaman Lokal, Feun Kase (Thevetia peruviana) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Program Studi (Prodi) Kimia, Fakultas Pertanian, Universitas Timor (Unimor) menggelar kegiatan membuat biodiesel dari tanaman lokal Feun Kase (Thevetia peruviana).

Kegiatan ini berlangsung di Desa Oeolo, Kecamatan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) selama dua minggu dan telah berakhir pada 01/06/2022 dan menghadirkan 30 anak muda Desa Oeolo, Ketua Pelaksana, Jefry Presson, S.Si., M.Sc, anggota pelaksana, Yakobus P.E.S Agu, S.Pd, M.Sc, alumni dan mahasiswa, Lilita Guterres S.Si, Sindy Mesak S.Si, Inosensius Obe, Salfa Tefi, dan Jevon Tnopo S.Si. 

Jefry Presson mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk melatih pembuatan biodiesel bagi pemuda desa Oeolo karena memiliki sumber daya feun kase. Dia menjelaskan, karena baru ditemukan, feun kase belum memiliki nama dalam Bahasa Indonesia.

Baca juga: Tiga Kabupaten di NTT Andalan Pemasok Sapi Tahun 2022, Kabupaten Kupang Terbanyak 

"Biodiesel sekarang sudah jadi komoditas penting dunia, dan bahan baku untuk membuat biodiesel itu ada di Desa Oeolo, sehingga masyarakat Oeolo terutama anak muda, harus tahu potensi daerahnya dan juga tahu cara membuat biodiesel," kata Jefry.

Pembicara sosialisasi, Lilita guterres dalam kesempatan tersebut mengatakan, penggunaan biodiesel dapat mengurangi polusi, menghemat impor minyak bumi, bahkan menciptakan lapangan kerja sehingga diperlukan pengetahuan bagi masyarakat yang memiliki sumber daya biodiesel. 

Sementara salah satu peserta, Petrus mengatakan, penemuan terbaru ini memang perlu dikembangkan, sehingga hasilnya dapat berguna bagi masyarakat.

Baca juga: Sepanjang Mei Satlantas Polres Kupang Jaring 20 Pengendara Tak Miliki SIM

Langkah pertama dilakukan sampling material feun kase dan persiapan bahan. Pada kegiatan ini, kata Jefry, masyarakat mengumpulkan feun kase yang tersebar di beberapa rumah kemudian feun kase dikupas dan dijemur.

Setelah itu sosialisasi feun kase sebagai bahan bakar biodiesel dibawakan oleh Lilita Guterres. Pada kegiatan ini, masyarakat diberi informasi mengenai urgensi krisis energi dan biodiesel saat ini.

Selanjutnya dilakukan pelatihan pembuatan biodiesel dengan urutan, isolasi minyak, reaksi transesterifikasi, dan pemisahan gliserol. 

"Keberhasilan pembuatan biodiesel adalah terbentuknya 2 lapisan dengan warna yang berbeda. Lapisan atas adalah biodiesel, sedangkan lapisan bawah adalah hasil samping berupa gliserol," ujarnya. 

Baca juga: Bupati Belu Lantik Empat Pejabat Struktural 

Dalam tahap pembuatan ini, semua audiens terlibat.

Audiens juga diberikan pertanyaan - pertanyaan dengan rentang nilai 0 – 100. Dari hasil survey test pilihan ganda yang dilakukan, nilai rata2 sebelum pelatihan adalah 25, dan nilai rata - rata setelah pelatihan adalah 832.

"73 persen tidak pernah mendengar tentang biodiesel," imbuhnya.(*)

Berita Kupang Hari Ini

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved