Berita Lembata Hari Ini
Frater Paul Leo Leu CMM Terpilih Jadi Kepala SMA SKO SMARD Lembata
Saat ditanya tentang apa program SMARD ke depannya? Paria asal Aliuroba Kedang itu mengatakan bahwa branding merupakan prioritas.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
Saat ditanya, apa program ke depannya untuk menjadikan SMARD menjadi sebuah sekolah yang diminati masyarakat, pria yang pernah mengikuti pertukaran frater novis tahun 2002 di Kenya dan kemudian berkarya sebagai guru di negara yang sama (2009-2013) itu mengatakan bahwa kuncinya ada pada para guru untuk memiliki komitmen bersama membentuk persaudaraan.
Baca juga: Pembentukan Pansus LKPJ 2021 Bupati Sumba Timur Alot, Deal Setelah Lobi di Luar Ruang Sidang
Menurutnya, guru perlu memperlakukan anak dengan lemah-lembut.
“Sebagai guru kita bisa marah tetapi setelah itu harus merangkul kembali siswa. Sebagai guru kita harus ‘touch’ alias menyentuh hati anak dan kemudian baru ‘teaching’ mengajar. Kalau hati anak sudah disentuh maka akan mudah kita ajarkan mereka," demikian ungkap Kepala SMA Don Bosco Manado periode 2013-2016 tersebut.
Kelemahlembutan bagi pria yang suka tik-tok ini harus disertai disiplin. Para guru perlu menunjukkan teladan yang baik agar mudah diikuti dan diteladani para siswa.
“Saat saya masuk di SMARD, meski sekolahnya kecil tetapi tertata dan anak-anak kelihatan bersikap dengan sangat baik. Itu adalah contoh yang baik yang telah ditinggalkan oleh Ibu Marlin Baok, M.Pd dalam menahkodai sekolah selama 5 tahun terakhir," demikian ungkapnya.
Untuk itu, Frater Paul mengucapkan terimakasih karena Ibu Marlin telah meletakkan dasar yang kokoh dan tinggal ia lanjutkan. Ia juga berterimakasih karena Ibu Marlin masih menyertainya sebagai Wakasek Kurikulum sekaligus menjadi representasi untuk pendirian Institut Teknologi dan Pendidikan Vokasi (INTEL) di Lembata.
Branding SMARD
Saat ditanya tentang apa program SMARD ke depannya? Paria asal Aliuroba Kedang itu mengatakan bahwa branding merupakan prioritas.
Sebagai sekolah olahraga, maka saya akan fokus pada cabang olahraga tertentu yang bisa dijadikan branding dan dikembangkan dengan fasilitas yang baik," tuturnya.
Hal yang sama disampaikan Frater Paul pada saat tatap muda online dengan Yayasan Koker Niko Beeker sehari sebelum pelantikan.
Dr Wilhelmus Ola Rongan sangat sepakat dengan program branding. Namun demikian, Ola mengungkapkan bahwa perlu disertai identifikasi dengan data, lalu merumuskan fasilitas serta pelatih agar kemudian branding itu bisa terbentuk secara gradual.
Baca juga: Mutasi Dipermasalahkan, Wali Kota Jeriko: Pansus Tanya ke Pemerintah Bukan Beri Keterangan Sepihak
Hal yang sama ditekankan Dr Hipolitus Kristoforus Kewuel. Dosen Universitas Brawijaya itu bahkan menyatakan bahwa branding itu bisa dikembangkan lebih profesional menjadi seperti Training Centre (TC). Dari TC ini bisa jadi produk yang bisa menghidupi SMARD.
Terkait branding, Wilem Lojor, pendiri Yayasan Koker mengatakan bahwa selama ini Kempo dan Pencak Silat merupakan program unggulan.
“Ibu Rosalia Lepang Wator merupakan guru yang sangat berprestasi dan telah merebut medali emas dalam bidang Kempo. Karena itu, Kempo bisa menjadi salah satu cabang yang bisa diangkat menjadi branding Selain itu, pak Iron Tolok juga sangat piawai dalam pencak silat sehingga bisa diorbitkan menjadi cabang olahraga favorit," demikian ungka CEO Lembata Sport and Security.
Dalam acara tersebut, selain melantik Fr Paul Leo Leu CMM sebagai kepsek, juga dilantik Ibu Marlin Baok M.Pd sebagai Wakasek Kurikulum dan Ibu Rosalia Lepang Wator, S.Pd sebagai Wakasek Kesiswaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/sumpah-jabatan-pada-jumat-3-juni-2022.jpg)