Berita Ngada Hari Ini
Kain Tenun Yang Dikenakan Jokowi di Ngada, Karya Monika Ngadha Bersama Anggota Kelompok Indigo
setelah kain itu selesai ditenun pada minggu yang lalu, kemudian diserahkan kepada Bupati Ngada untuk kemudian dipakai Presiden Jokowi.
Penulis: Robert Ropo | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM, BAJAWA - Presiden Joko Widodo dinobatkan menjadi mosalaki (pria yang dihormati) saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Provinsi NTT, Rabu 1 Juni 2022.
Jokowi dinobatkan sebagai mosalaki setelah dikenakan kain tenun ikat adat oleh Bupati Ngada, Andreas Paru saat disambut di bandara Turalelo Soa, Kabupaten Ngada, Rabu siang. Jokowi bersama ibu negara Iriana Joko Widodo mengenakan kain tenun berwarna biru.
Adapun kain adat yang dikenakan orang nomor 1 di Indonesia itu, merupakan karya Monika Ngadha, seorang nenek berusia 76 tahun asal Bajawa. Bersama anggota Kelompok Tenun Ikat Indigo Langa, nenek Monika membutuhkan waktu tiga bulan untuk menghasilkan kain tenun khas daerah Ngada itu.
Baca juga: SMK Kementan Umumkan Kelulusan 100 % Calon Petani Milenial
Melihat Jokowi mengenakan kain tenun hasil karyaNya itu, nenek Monika tentu merasah bahagia dan terharu.
"Saya bersama anggota kelompok Tenun Ikat Indigo Langa, begitu juga suami dan anak-anak saya sangat bangga dan terharu karena bapak Presiden bisa pakai kain tenun kami yang kami buat,"ungkap nenek Monika didampingi suami Petrus Djawa Sury dan anak-anaknya, kepada POS-KUPANG.COM, Kamis 3 Juni 2022.
Nenek Monika, menuturkan, kain itu dipesan sejak 3 bulan lalu oleh Bupati Ngada. Diinformasikan bahwa kain itu diperuntukkan bagi Presiden Jokowi.
Atas pesanan, itu nenek Monika bersama anggota kelompok tenun Ikat Indigo Langa, mulai bekerja mempersiapkan bahan-bahan dimana benang pada kain itu yang dibuat dari serat bambu dipesan dari Jakarta dan bahan-bahan pewarna yang diambil dari bahan alami seperti rumput tarung untuk bahan pewarna biru dan bahan alam lainya.
Baca juga: Tapaleuk : Memang Lidah Tak Bertulang
Setelah semua bahan-bahan disiapkan, Ia bersama anggota kelompok mulai bekerja menenun. Berbagai motif yang dibuat pada kain tenun Ikat itu berupa kuda, anting-anting, tombak dan mata nitu dan berbagai motif lainya, sehingga harganya untuk satu kain itu seharga Rp 7 juta.
Nenek Monika menjalankan usaha untuk menenun tenun ikat itu sejak tahun 2012 lalu dan kain yang dihasilkan sudah memiliki ijin hak cipta dengan merk Indigo.
Kain yang diproduksi oleh Kelompok Indigo Langa sudah sangat terkenal, bukan hanya lokal dan nasional, tetapi sudah go internasional. Nenek Monika sendiri pada tahun 2020 sudah diundang ke negara Thailand untuk mempromosikan kain tenun ikat itu.
"Saya sudah pergi ke Thailand untuk promosikan kain tenun ini. Kain tenun produk kami ini juga sudah dipromosikan dan sudah tersebar di berbagai negara," ungkap nenek Monika.
Baca juga: Naikkan Suku Bunga Sepihak, Nasabah di Kupang Gugat PT BNI
Nenek Monika juga berharap agar dengan presiden Jokowi mengenakan kain tenun ikat itu, kain tenun ikat khas Ngada semakin terkenal di mata dunia, khususnya karya dari kelompok Indigo Langa.
Petrus Djawa Sury, suami dari nenek Monika, juga mengaku sangat bahagia karena kain tenun ikat hasil karya istrinya bersama anggota kelompok Indigo dipakai presiden Jokowi saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Ngada.
Dikatakan Petrus, setelah kain itu selesai ditenun pada minggu yang lalu, kemudian diserahkan kepada Bupati Ngada untuk kemudian dipakai Presiden Jokowi.