Wacana NIK Jadi NPWP, Ketahui 5 Hal Berikut Ini, Termasuk Cara Aktivasinya
Meskipun integrasi data NIK jadi NPWP akan diterapkan mulai tahun depan, bukan otomatis membuat seluruh warga akan WP
Berikut kriteria penghasilan yang wajib dikenai pajak:
Besaran penghasilan Rp 60 juta per tahun
Di atas penghasilan tidak kena pajak (PTKP) Rp 4,5 juta per bulan
Merujuk pada aturan tersebut, maka warga negara yang penghasilan setiap bulannya tidak lebih dari Rp 4,5 juta atau Rp 54 juta per tahun tidak akan dikenai pajak.
3. Tidak perlu membuat NPWP
Baca juga: Bansos Tunai Rp 300 ribu Bulan April Cair Akhir Maret, Akses Login Ini, Masukan NIK KTP
Dikutip dari Kompas.com (21/5/2022), integrasi NIK jadi NPWP ini meminimalisasi keruwetan lantaran seseorang bisa memiliki nomor pribadi yang berbeda-beda.
Sehingga, setiap orang hanya memiliki satu nomor identitas yang diperoleh sejak lahir. Nomor tersebut dapat digunakan sebagai data keperluan lainnya, seperti membayar pajak.
Dengan integrasi data NIK jadi NPWP ini maka seseorang yang telah memiliki NIK tidak perlu membuat NPWP saat telah menjadi Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP).
4. Integrasi satu data nasional
Penerapan NIK jadi NPWP ini dilakukan agar Indonesia menuju ke integrasi satu data nasional.
Data nasional ini akan menjadi acuan setiap dokumentasi, aktivitas bisnis, maupun kewajiban perpajakan warga negara.
Nantinya NIK sebagai NPWP bakal digunakan sebagai basis administrasi wajib pajak orang pribadi (WP OP).
Sementara badan usaha akan menggunakan Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk menjalankan kewajiban perpajakannya.
5. Cara aktivasi NIK jadi NPWP
Direktur Peraturan Perpajakan I DJP Kementerian Keuangan Hestu Yoga Saksama mengatakan, terdapat ada dua pola aktivasi NIK jadi NPWP.
Berikut dua pola aktivasi tersebut: