Berita Kota Kupang Hari Ini
Bundaran Tirosa Jadi Tempat Santai di Kota Kupang
Pengunjung juga ke tempat ini untuk menikmati suasana di bundaran ini. Ada yang datang hanya untuk duduk santai
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Edi Hayong
Ditanyai soal lampu hias dan air mancur, Rinto menjelaskan, lampu yang terpasang itu tidak dinyalakan rutin, atau pada hari tertentu. Begitu juga dengan air mancurnya.
Baca juga: Focus Group Discussion Agenda Setting Kebijakan Pengelolaan Taman Kota Kupang
Hasnun penjual kuliner lainnya mengatakan, mereka menjual minuman bagi pengunjung do sekitar bundaran itu.
"Pengunjung sering datang ke sini memang tidak semua yang beli, tapi sekarang sudah cukup ramai," kata Hasnun.
Hasnun yang merupakan warga Kelapa Lima ini mengatakan, ketika bundaran itu direhab dan menjadi baik, banyak warga Kota Kupang yang selalu datang bersantai.
"Banyak juga orang yang datang, ada yang santai ,ada yang pesan minum di saya," katanya.
Arvin salah satu pengunjung mengatakan, dirinya sudah beberapa kali bersantai di sekitar Bundaran Tirosa, karena selain bersantai, bisa menikmati suasana dan kuliner yang ada.
Baca juga: Esthon Foenay : Taman-Taman Kota Kupang Bantu Mengurangi Tingginya Kriminalitas
"Memang kulinernya tidak begitu banyak, tapi terutama ada minuman yang disiapkan oleh penjual. Kita bisa nikmati apakah mau duduk di lantai beralas karpet atau bisa di kursi. Jadi asyik lah kalau datang santai di bundaran ini," kata Arvin.
Arvin saat itu bersama beberapa temannya menikmati kopi yang disiapkan penjual di bundaran tersebut.
Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore yang dikonfirmasi mengatakan, awalnya pemerintah berencana merevitalisasi Bundaran Tirosa itu agar masyarakat bisa manfaatkan sebagai tempat rekreasi dan juga sebagai tempat berusaha atau warga mencari nafkah.
"Kita benahi agar saudara-saudara kita bisa berekreasi, karena kalau kota ini tidak ada taman, maka orang bisa bilang itu bukan kota, karena itu taman di kota sangat dibutuhkan, termasuk bundaran Tirosa," kata Jefri.
Dikatakan, sejak awal menjadi Wali Kota, dirinya melihat di Kota Kupang hanya ada beberapa tamam dan memprihatinkan, termasuk patung yang ada.
Baca juga: Gubernur Viktor Laiskodat Apresiasi Wali Kota Kupang Bangunan Taman Kota: Lebih Indah dan Sejuk
"Dulu waktu kita masuk pertama itu, taman itu hanya ada beberapa tapi memprihatinkan, sehingga kita mulai benahi dan setiap taman harus punya tema sendiri serta punya narasi tersendiri pula. Saya contohkan, di taman Bundaran Patung Burung Merpati, di situ saya tulis Usi Neno Nokan Kit. Ini banyak yang tanya bahasa apa, saya katakan itu bahasa Timor, sebagai bentuk penghargaan bagi orang Timor," katanya.
Dikatakan, selain patung yang dibenahi ada juga taman-taman.
"Jadi termasuk penataan taman, karena saat saya dan pak Wakil Wali Kota dilantik itu, kita melihat banyak taman yang tidak terurus, bahkan banyak juga patung-patung yang rusak. Karena itu, kita berupaya untuk menata kembali.
Ikon kota pun bisa dijumpai di berbagai titik yang memberikan warna baru bagi kota Kupang," ujarnya.
Dikatakan, untuk Bundaran Tirosa itu masih perlu dibenahi karena ada titik yang dibangun bisa memicu terjadinya kecelakaan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/suasana-di-bundaran.jpg)