Kabar Artis
Niat Cari Kerja Lewat Aplikasi Kencan, Pria Asal Sumba Disekap dan Dianiata di Kamar Hotel
Nasiba malang dialami YKB, pria asal Sumba yang mencar perkaaan di Bali lewat aplikasi onlie
Penulis: Alfred Dama | Editor: Alfred Dama
POS-KUPANG.COM -- Nasib malang dialami YKB, pria asal Sumba yang mencar perkaaan di Bali lewat aplikasi onlie.
Bukannya mendapat pekerjaan, sang pria malah disekap dan dianiaya .
Kronologi pria asal Sumba disekap dan dianiaya dalam hotel di Bali. Kasus ini berawal dari korban yang cari kerja lewat aplikasi kencan.
Seorang pria asal Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), berinisial YKB (24) diduga menjadi korban penipuan kerja di Denpasar, Bali. Selain itu, dia juga mengalami penyekapan, penganiayaan, dan pemerasan hingga membuatnya alami luka-luka.
Berdasarkan keterangan dari YKB, insiden berawal dari keinginannya mencari pekerjaan di Denpasar, Bali, dan akhirnya berangkat, pada 1 Mei 2026. Di kota tersebut, korban memutuskan untuk tinggal sementara di kamar kos milik sepupunya.
Di tanggal 4 Mei 2026, dia melihat ada lowongan pekerjaan di aplikasi kencan yaitu Tinder. Setelahnya, YKB mengajukan lamaran di hari yang sama hingga kemudian diminta datang ke salah satu hotel di kawasan Seminyak untuk mengikuti proses wawancara.
Dengan diantar oleh sepupunya, YKB lalu diterima oleh dua orang wanita berinisial ATP dan AAAP sesampainya di lokasi. Saat itu, terdapat juga pelamar lain selain dia, yaitu ada seorang pria yang berinisial Y.
"Saya dinyatakan diterima, sedangkan Y tidak diterima. Belakangan saya mengetahui bahwa Y merupakan bagian dari kelompok tersebut. Mereka hanya berpura-pura untuk mengelabui saya," ujar YKB, dilansir dari Kompas.com.
Pada proses wawancara, YKB sempat ditawari dua pilihan pekerjaan, yaitu menjadi asisten pribadi atau pengelola vila. Korban kemudian memilih untuk menjadi asisten pribadi dan diminta untuk mengikuti para terduga pelaku.
Adapun, korban yang saat itu berada di hotel dijanjikan berbagai proyek bisnis di bidang pariwisata, termasuk kerja sama bernilai ratusan juta rupiah dengan warga negara asing. YKB mengaku percaya karena ATP dinilai mampu meyakinkannya, baik dari segi kepiawaian dalam berbahasa Inggris hingga pendekatan keagamaan.
Situasi lalu berubah setelah telepon genggam dari YKB diambil dan dia dituduh melakukan pelecehan seksual serta dituding mencuri uang Rp 2 juta milik ATP. Saat itu, YKB berusaha untuk membantah, namun tetap dimarahi.
Selain itu, korban juga mengaku dipaksa menangis untuk diperdengarkan kepada orang tuanya. Menurut YKB, tindakan itu dilakukan agar keluarganya mengirimkan uang dengan nominal mulai dari Rp 4 juta hingga ratusan juta rupiah.
"Saya bersumpah itu tidak benar. Kabar itu juga mereka sampaikan kepada mama saya. Mereka menyita telepon genggam saya dan membalas pesan ibu saya seolah-olah saya baik-baik saja," katanya.
Baca Juga: Kronologi Warga Sragen Kehilangan Dompet, Pedagang Siomai yang Menemukan Justru Minta Tebusan Rp 1 Juta
Berikutnya, pada 8 Mei 2026, korban dipindahkan ke sebuah hotel di kawasan Kedonganan menggunakan mobil yang dilengkapi dua bodyguard. Selama perjalanan yang berlangsung sekitar satu jam, YKN mengaku alami pemukulan oleh kedua bodyguard itu.
| Smak Sinopsis Drama China Pursuit of Jade Diperankan Zhang Ling He, Cinta Berawal dari Nikah Kontrak |
|
|---|
| Ingat Cita Citata? Sang Penyanyi Diisukan Gugat Cerai Didi Mahardika, Sahabat Bongkar Ini |
|
|---|
| Simak Sinopsis Drama China The First Jasmine, Kisah Putri Bangsawan yang Melawan Takdir Kerajaan |
|
|---|
| Raffi Ahmad Buka Suara Usai Namanya Terseret dalam Kasus Suap Bea Cukai |
|
|---|
| Tessa Kaunang Dikabarkan Mualaf dan Berhijab, Mantan Istri Sandy Tumiwa Beri Klarifikasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kronologi-pria-asal-Sumba-disekap-dan-dianiaya-dalam-hotel-di-Bali.jpg)