Sabtu, 13 Juni 2026

Berita Kota Kupang Hari Ini

Bundaran Tirosa Jadi Tempat Santai di Kota Kupang

Pengunjung juga ke tempat ini untuk menikmati suasana di bundaran ini. Ada yang datang hanya untuk duduk santai

Tayang:
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Edi Hayong
POS -KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Suasana di Bundaran Patung Tirosa, Kota Kupang. Gambar diambil, Senin 23 Mei 2022 malam 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru 

POS-KUPANG.COM, KUPANG -Patung Tirosa merupakan singkatan dari Timor, Rote dan Sabu. Patung ini untuk mengingat persatuan tiga wilayah sejak dulu, yakni Timor, Pulau Rote dan Pulau Sabu.

Ada tiga patung yakni, Prof. Dr. Herman Johannes, El Tari (Gubernur pertama  NTT ) dan Hendrik Arnold Koroh. Tiga patung dicat berwarna coklat. Di dalam bundaran ada satu tenda dari Bank NTT.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Senin 23 Mei 2022, bundaran itu kini telah dipugar sejak beberapa waktu lalu, lewat kerjasama Pemkot Kupang dan Bank NTT.

Nampak lokasi ini ,pada beberapa titik banyak tersedia aneka macam dagangan, mulai dari minum, buah - buahan serta jualan lainnya seperti makanan ringan bagi anak - anak.

Ada juga salome, bakso dan jenis kuliner lainnya. Jika pada malam hari, maka akan terasa lebih menyenangkan karena anda yang berkunjung ke tempat ini bisa menikmati minuman seperti antara lain, Kopi, Pop Ice dan minuman kopi siap saji lainnya.

Baca juga: Biaya Perawatan Taman Kota Kupang Rp 1 Miliar

Pengunjung juga ke tempat ini untuk menikmati suasana di bundaran ini. Ada yang datang hanya untuk duduk santai.

Sementara itu, arus lalu lintas ramai pada jam-jam tertentu. Ketika saat ramai arus lalu lintas, rawan terjadinya kecelakaan karena kendaraan masuk atau melintas dari empat penjuru.

Kondisi malam di bundaran ini diterangi oleh lampu penerangan jalan umum yang dipasang di sekitar bundaran.

Untuk berjualan juga diawasi Pemkot Kupang, terutama pengawasan Kebersihan sekitar budaran. Pemkot Kupang juga sempat memasang papan pengumuman bertuliskan 'Dilarang berjualan atau kegiatan usaha lainnya di area Taman Tirosa'.

Rinto Sabat salah satu penjual kuliner di sekitar lokasi ini mengatakan, bundaran Tirosa yang dulunya dikenal sebutan bundaran PU kini sangat berbeda.

Baca juga: Peneliti Sebut Penerapan Kebijakan Tata Taman Kota Kupang Belum Maksimal

"Sekarang ini sudah jauh berbeda dengan kondisi dulu. Kalau dulu orang berjualan tidak ramai," kata Rinto.

Mahasiswa FKIP Unwira  ini mengatakan, di bundaran itu suasana ramai terlihat pada malam hari terutama hari libur atau malam minggu.

"Kalau malam hari memang cukup ramai terutama hari libur atau setiap akhir pekan," katanya.

Dia mengaku, Wali Kota Kupang sempat datang dan berdialog dengan mereka sebagai penjual kuliner di lokasi itu.

Ditanyai soal lampu hias dan air mancur, Rinto menjelaskan, lampu yang terpasang itu tidak dinyalakan rutin, atau pada hari tertentu. Begitu juga dengan air mancurnya.

Baca juga: Focus Group Discussion Agenda Setting Kebijakan Pengelolaan Taman Kota Kupang

Hasnun penjual kuliner lainnya mengatakan, mereka menjual  minuman bagi pengunjung do sekitar bundaran itu.

"Pengunjung sering datang ke sini memang tidak semua yang beli, tapi sekarang sudah cukup ramai," kata Hasnun.

Hasnun yang merupakan warga Kelapa Lima ini mengatakan, ketika bundaran itu direhab dan menjadi baik, banyak warga Kota Kupang yang selalu datang bersantai. 

"Banyak juga orang yang datang, ada yang santai ,ada yang pesan minum di saya," katanya.

Arvin salah satu pengunjung mengatakan, dirinya sudah beberapa kali bersantai di sekitar Bundaran Tirosa, karena selain bersantai, bisa menikmati suasana dan kuliner yang ada.

Baca juga: Esthon Foenay : Taman-Taman Kota Kupang Bantu Mengurangi Tingginya Kriminalitas

"Memang kulinernya tidak begitu banyak, tapi terutama ada minuman yang disiapkan oleh penjual. Kita bisa nikmati apakah mau duduk di lantai beralas karpet atau bisa di kursi. Jadi asyik lah kalau datang santai di bundaran ini," kata Arvin.

Arvin saat itu bersama beberapa temannya menikmati kopi yang disiapkan penjual di bundaran tersebut.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore yang dikonfirmasi mengatakan, awalnya pemerintah berencana merevitalisasi Bundaran Tirosa itu agar masyarakat bisa manfaatkan sebagai tempat rekreasi dan juga sebagai tempat berusaha atau warga mencari nafkah.

"Kita benahi agar saudara-saudara kita bisa berekreasi, karena kalau kota ini tidak ada taman, maka orang bisa bilang itu bukan kota, karena itu taman di kota sangat dibutuhkan, termasuk bundaran Tirosa," kata Jefri.

Dikatakan, sejak awal menjadi Wali Kota, dirinya melihat di Kota Kupang hanya ada beberapa tamam dan memprihatinkan, termasuk patung yang ada.

Baca juga: Gubernur Viktor Laiskodat Apresiasi Wali Kota Kupang Bangunan Taman Kota: Lebih Indah dan Sejuk

"Dulu waktu kita masuk pertama itu, taman itu hanya ada beberapa tapi memprihatinkan, sehingga kita mulai benahi dan setiap taman harus punya tema sendiri serta punya narasi tersendiri pula. Saya contohkan, di taman Bundaran Patung Burung Merpati, di situ saya tulis Usi Neno Nokan Kit. Ini banyak yang tanya bahasa apa, saya katakan itu bahasa Timor, sebagai bentuk penghargaan bagi orang Timor," katanya.

Dikatakan, selain patung yang dibenahi ada juga taman-taman.

"Jadi termasuk penataan taman, karena saat saya dan pak Wakil Wali Kota dilantik itu, kita melihat banyak taman yang tidak terurus, bahkan banyak juga patung-patung yang rusak. Karena itu, kita berupaya untuk menata kembali.
Ikon kota pun bisa dijumpai di berbagai titik yang memberikan warna baru bagi kota Kupang," ujarnya.

Dikatakan, untuk Bundaran Tirosa itu masih perlu dibenahi karena ada titik yang dibangun bisa memicu terjadinya kecelakaan. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
Live
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved