Sidang Kasus Astri Lael

Hari Ini Sidang Praperadilan Ira Ua Lawan Polda NTT

pra peradilan hari ini, menurutnya sudah jelas dan diketahui semua orang bahwa berhubungan dengan penetapan tersangka.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK.PN-KUPANG
Suasana persidangan pra peradilan pada agenda penyampaian tanggapan dari termohon. Jumat 13 Mei 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Kupang kembali menggelar sidang praperadilan dengan pemohon Ira Ua dan termohon Direktorat Kriminal Umum Polda NTT. Sidang digelar pada, Selasa 17 Mei 2022.

Sidang dipimpin hakim tunggal, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kupang Kelas IA, Derman Parlungguan Nababan, S.H., M.H.

Dalam agenda kali ini, dilanjutkan dengan pembuktian dari pemohon Ira Ua melalui kuasa hukumnya. Pembuktian ini akan melibatkan ahli pidana juga bahasa yang dihadirkan penasehat hukum Ira Ua.

Kuasa hukum Ira Ua sebelumnya menyebut kalau penetapan tersangka kepada Ira Ua tidak mendasar.

Ini sesuai dengan penilaian tim kuasa hukum atas penetapan tersangka yang dilakukan oleh penyidik Polda NTT, sebagaimana Surat Penetapan Tersangka Nomor: SP-Tap TSK/11/IV/2022/Ditreskrimum, tanggal 26 April 2022.

Baca juga: Kaum Milenial dan Pelaku UKM Dukung Sandiaga Uno Jadi Capres 2024

Salah satu kuasa hukum, Yance Thobias Messah, S.H, mengatakan, pra peradilan hari ini, menurutnya sudah jelas dan diketahui semua orang bahwa berhubungan dengan penetapan tersangka.

"Yang mana Menurut kami PH, bukan menurut siapa-siapa tergantung majelis hakim yang menilai itu bahwa penetapan itu tidak mengantongi bukti yang cukup untuk menetapakan klien kami sebagai tersangka," kata Yance usai sidang. 

Sementara itu, kuasa hukum lainnya, Beny Taopan menyebut, pra peradilan merupakan  hak hukum dari pada tersangka untuk menguji apakah kerja penyidik itu sudah sesuai prosedur yang digariskan oleh UU lewat KUHAP dan peraturan perundang-undangan yang lain.

Baca juga: Uskup Atambua Beri Sakramen Krisma Bagi Umat Paroki Wekmidar 

"Disinilah tempat kita menguji dan majelis yang diberi kewenangan oleh UU untuk menyidangkan pra peradilan itu. Dan kami juga bersyukur itu hak kami, hak pemohon untuk digunakan secara baik dan maksimal," katanya.

Dalam sidang pra peradilan dengan pemohon Ira Ua dan termohon Polda NTT, kuasa hukum pemohon, menyampaikan agar majelis hakim memerintahkan kepada termohon (Polda NTT), untuk menerbitkan surat SP3.

"Memerintahkan kepada Termohon untuk menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap Pemohon," ujar
Rizet Benyamin Rafael, SH, salah satu kuasa hukum, saat membacakan materi pra peradilan saat sidang berlangsung di ruang Cakra Pengadilan Negeri Kupang, Kamis 12 Mei 2022.

Menanggapi pengajuan keberatan itu, Polda NTT menyatakan, penetapan tersangka kepada Ira Ua telah sesuai prosedur. Pihak Polda NTT, dalam tanggapannya mengenai materi pra peradilan. Sidang digelar di ruang Cakra Pengadilan Negeri Kupang, Jumat 13 Mei 2022 pagi.

Baca juga: Cegah Aksi Balap Liar di Depan Gereja Katedral Kupang, Begini Pesan Kapolresta Kupang Kota

Lima orang perwakilan Polda NTT melalui Bidang Hukum (Bidkum) membacakan tanggapan atas permohonan yang diajukan Ira Ua melalui kuasa hukumnya. Lima perwakilan itu antara lain, Ipda Rudy Chandra Toumahuw, S.H., Ipda. Milxon CH. Anameha, S.H., Aipda. Lodiwik Padji Lomi, S.H, M.H., Aipda. Roland N. Lela, S.H.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved