Berita NTT Hari Ini
Dosen Faperta Undana Bicara Kesetaraan Gender di LKTD
Selain itu disampaikan pula tentang bentuk-bentuk ketidakadilan gender, yakni sterotype, kekerasan, beban ganda dan marginalisasi.
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Agustina Etin Nahas, S.P, M.Si dosen Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian (Faperta) Undana Kupang menyampaikan materi tentang kesetaraan gender pada kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD).
Kegiatan LKTD yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Pertanian Manggarai (IMPM) Kupang ini berlangsung di Taman Doa Oebelo, Kabupaten Kupang, Sabtu 7 Mei 2022.
LKTD ini dengan tema Peningkatan Jiwa Kepemimpinan Kader IMPM Kupang yang Peka terhadap Perubahan Teknologi.
Menurut Etin, kesetaraan gender saat ini perlu terus dikumandangkan sehingga dapat dipahami oleh semua pihak.
Baca juga: Lurah Lasiana, Wellem Bentura: Jalan Claret Masuk Skala Prioritas
Gender itu merujuk pada pembedaan-pembedaan dan relasi-relasi sosial antara anak perempuan dan anak laki - laki maupun perempuan dan laki-laki dewasa yang dipelajari sangat bervariasi di dalam dan antar budaya.
"Gender adalah sebuah variabel sosial untuk menganalisa perbedaan antara laki-laki dan perempuan, laki-laki dan perempuan dewasa yang berkaitan dengan peran, tanggung jawab, kebutuhan, peluang maupun hambatan," kata Etin.
Dijelaskan, norma dan nilai gender dalam masyarakat itu merujuk pada gagasan -gagasan yang dimiliki oleh masyarakat tentang bagaimana seharusnya, atau layaknya perempuan dan laki-laki pada semua generasi.
Etin juga menyampaikan soal stereotip gender dan peran gender, yang mana stereotip gender adalah pandangan masyarakat tentang apa yang anak laki-laki dan laki-laki dewasa, perempuan dan perempuan dewasa mampu lakukan.
Baca juga: Petani di NTT Disarankan Gunakan Asuransi Atasi Kerugian
Sedangkan peran gender merujuk pada kegiatan-kegiatan nyata yang dilakukan oleh kedua jenis kelamin.
"Jadi kesetaraan gender atau kesetaraan perempuan merujuk pada kesamaan hak, tanggung jawab, kesempatan, perlakuan dan penilaian bagi kaum perempuan dan laki-laki dalam pekerjaan. Jadi kesetaraan gender itu adalah meliputi hal asasi manusia dan hak pekerja yang sama dengan nilai yang setara serta distribusi yang adil dari tanggungjawab dan kesempatan-kesempatan beban kerja maupun pengambilan keputusan," ujarnya.
Etin juga menyampaikan soal diskriminasi terhadap gender baik secara langsung maupun tidak langsung.
Selain itu disampaikan pula tentang bentuk-bentuk ketidakadilan gender, yakni sterotype, kekerasan, beban ganda dan marginalisasi.
Baca juga: Jalan Putus di Kelurahan Batuplat Ditimbun Tanah Putih
Sementara itu, narasumber lain yakni Ir. Serman Nikolaus, M.Sc dengan materi, Peranan Team Work dalam menyukseskan Pekerjaan Bersama. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pengurus-impm-kupang-pose-bersama-dengan-narasumber.jpg)