KKB Papua

Pendeta Jufinus Mawa Bongkar Kebiadaban KKB, Malam Serang TNI Polri, Siang Sikat Anak-Anak Perempuan

Pendeta Jufinus Mawa membongkar kebiadaban KKB di Papua. Kalau malam serang TNI Polri, saat siang rudapaksa anak-anak gadis. Kini Papua semakin hitam.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
Tangkapan kamera, Pendeta Jufinus Mawa (kanan) saat membongkar kebiadaban KKB 

POS-KUPANG.COM - Kebusukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua, kini terbongkar satu per satu.

Ternyata mereka bukan hanya menyerang TNI Polri yang dianggap sebagai musuh dan harus dihabisi, tetapi juga warga sipil.

Warga sipil yang disasar bukan hanya orang-orang yang dekat dengan pemerintah dan TNI Polri.

Mereka menyasar siapa saja yang baginya menghalang-halangi apa yang hendak dilakukan.

Tak hanya remaja, pemuda dan orang dewasa, tetapi anak-anak tak berdosa, juga diperlakukan sama kejamnya.

Bahkan anak-anak gadis dan anak-anak dibawah umur direnggut kehormatannya oleh para pria yang tergabung dalam kelompok kriminal tersebut.

Fakta ini dibongkar oleh Jufinus Mawa, salah seorang pendeta yang selama ini bertugas di Beoga, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Pendeta ini sudah lama memberikan pelayanan kepada umat di Distrik Beoga.

Baca juga: Buchtar Tabuni Ungkap Penderitaan Bangsa Papua: Pahamilah, Garis Politik Kami Bukan dengan Indonesia

Dalam masa pelayanan itulah, Pendeta Jufinus menemukan banyak masalah yang membelenggu masyarakat setempat.

Dia mengungkapkan bahwa tak sedikit anak perempuan dan anak di bawah umur di wilayah itu jadi korban perbuatan tak senonoh KKB.

Anak-anak perempuan dan umumnya dibawah umur, dirudapaksa oleh para pria yang muncul dari semak belukar.

KKB saat membakar pemukiman di Beoga
Tangkapan kamera, KKB saat membakar rumah penduduk di Beoga

Mereka secara membabibuta melampiaskan hawa nafsu. Dan, bila dihadang maka nyawa imbalannya.

Selama ini, ungkap sang pendeta, ia bersama tokoh masyarakat tak bisa lagi mengatasi masalah yang satu ini.

Bahkan jika masalah tersebut diprosesadatkan, maka masyarakat sipil lagi-lagi jadi korban.

Oleh karena itu, katanya, masyarakat di Beoga tak bisa berbuat apa-apa. Mereka menyerahkan sepenuhnya masalah tersebut kepada TNI dan Polri.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved