KKB Papua

Bakal Tamat! Citra Udara Temukan Tempat Persembunyian Egianus Kogoya: Luas, Semua Anggota Bersenjata

Andai saja TNI Polri mau membumihanguskan kelompok kriminal bersenjata di Papua maka hal itu sesungguhnya tidak sulit. Sebab semuanya sudah terdeteksi

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
Tertangkap kamera pengintai, lokasi yang diduga sebagai tempat persembunyian Egianus Kogoya 

POS-KUPANG.COM - Andai saja TNI Polri siap membumihanguskan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua, maka hal itu sesungguhnya tidaklah sulit.

Sebab TNI Polri sudah tahu tempat-tempat persembunyian KKB di tengah hutan belantara Papua.

Hanya saja, sampai saat ini TNI Polri tak tega melakukan itu. Sebab semua anggota KKB adalah sesama warga NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Akan halnya dengan sebuah video yang kini viral di media sosial. Video berdurasi singkat itu memperlihat sebuah lokasi yang mencurigakan.

Lokasi itu disebut sebagai tempat yang diduga sebagai lokasi persembunyian orang berpengaruh di KKB Papua.

Baca juga: Pendeta Jufinus Mawa Bongkar Kebiadaban KKB, Malam Serang TNI Polri, Siang Sikat Anak-Anak Perempuan

Meski tak disebutkan kapan video itu diabadikan, namun pada bagian penjelasan, disebutkan bahwa gambar itu diabadikan di wilayah Tanah Ndugama.

Disebutkan pula bahwa dari pantauan pesawat mata-mata itu, lokasi tersebut merupakan tempat persembunyian Panglima Egianus Kogoya.

Lokasi yang diduga markas Egianus Kogoya
Tertangkap kamera, lokasi yang diduga sebagai markas Egianus Kogoya

Indikasinya tertangkap dari sejumlah aktivitas yang mencurigakan di tempat tersebut.

Tempat itu cukup luas dengan dua unit bangunan yang berukuran cukup besar.

Di tempat itu juga terlihat sejumlah pria sedang beraktivitas. Mereka umumnya menenteng senjata api.

Dari situasi tersebut terungkap bahwa tempat itu diduga sebagai markasnya kelompok kriminal bersenjata di Kabupaten Nduga.

Pasalnya, di tengah hutan dan jauh dari pemukiman penduduk, terdapat dua bangunan dengan jumlah orang yang tak sedikit.

Berikutnya, orang-orang yang berada di tempat itu umumnya bersenjata dan tampak selalu siaga.

Baca juga: Buchtar Tabuni Ungkap Penderitaan Bangsa Papua: Pahamilah, Garis Politik Kami Bukan dengan Indonesia

Berangkat dari fakta itu, maka patut diduga kalau lokasi tersebut merupakan markasnya Egianus Kogoya.

Terungkap pula bahwa video yang viral itu diabadikan dengan pesawat mata-mata atau drone milik TNI.

Jika saat ini lokasi yang paling rahasia itu sudah ditemukan, apakah berarti hidup Egianus Kogoya akan segera tamat?

Markas Egianus Kogoya teridentifikais
Inilah lokasi yang diduga sebagai tempat persembunyian Egianus Kogoya.

Beberapa waktu lalu, Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri mengatakan, saat ini posisi Egianus Kogoya sudah diidentifikasi.

Akan tetapi belum bisa diketahui secara pasti apakah Egianus Kogoya berada di tempat tersebut.

Selama ini, lanjut Mathius D Fakhiri, Egianus Kogoya hampir tak pernah meninggalkan wilayah Nduga.

Yang bersangkutan lebih memilih menjaga kawasannya daripada meninggalkan Kabupaten Nduga.

Karena faktor itu, lanjut Kapolda Papua, sehingga aparat keamanan masih kesulitan menangkapnya.

Baca juga: Dulu Belajar Pegang Senjata di TNI Pasca Jadi Panglima KKB Malah Tembak Mati Sang Guru, Ini Sosoknya

Untuk diketahui, Egianus Kogoya merupakan pimpinan Kodap 8 TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat).

Egianus Kogoya merupakan Panglima KKB di Kabupaten Nduga atau oleh warga setempat disebut Ndugama.

Selama ini Egianus Kogoya melakukan banyak tindakan kejahatan yang umumnya merenggut nyawa manusia.

Tak terhitung lagi berapa banyak orang yang meregang nyawa dan yang meninggal dunia hanya karena keberinganan Egianus Kogoya.

Pimpinan KKB Papua, Egianus Kogoya (lingkaran merah).
Pimpinan KKB Papua, Egianus Kogoya (lingkaran merah). (Facebook TPNPB)

Korban yang menderita luka-luka, sekarat dan meninggal dunia itu tak hanya warga sipil tetapi juga personel TNI Polri.

Egianus Kogoya dan kelompoknya, ditengarai memiliki senjata paling canggih di lingkungan KKB.

Tak hanya senjata api laras panjang, tetapi juga senjata pelontar granat.

Senjata pelontar granat inilah yang baru-baru ini digunakan Egianus Kogoya ketika menyerang pos marinir.

Dalam serangan tersebut dua prajurit gugur. Salah satunya meninggal di lokasi kejadian dan satunya lagi menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit.

Baca juga: Anggota KKB Ini Dieksekusi di Tepi Jurang, Hanya dengan Sekali Tembakan Sang Algoju Jatuh Tersungkur

Egianus Kogoya merupakan orang yang paling dicari kalangan TNI Polri. Sebab ia telah melakukan banyak tindakan kriminal.

Semua daftar kejahatannya telah diidentifikasi oleh aparat penegak hukum.

Oleh karena itu, bila yang bersangkutan ditangkap, maka so pasti akan langsung diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

Egianus Aktor Utama Teror Maut di Papua 

Nama Egianus Kogoya, mungkin semakin akrab di pendengaran warganet.

Pasalnya, pimpinan KKB di Kabupaten Nduga ini selalu dipublikasikan sebagai aktor utama teror di Papua

Ia memiliki senjata super canggih sehingga dengan mudah membidik aparat keamanan di bumi cenderawasih.

Meski usianya terbilang relatif muda, sekitar 28 tahun, namun ia dikenal sosok yang bengis kala beraksi.

Ternyata karakter itu merupakan warisan Silas Kogoya, tokoh OPM (Organisasi Papua Merdeka.

Mungkin karena berdarah pejuang, sehingga saban hari ia membuat rencana penyerangan ke pos-pos keamanan yang ditempati TNI Polri.

Baca juga: KKB Hadapi Musuh Dalam Selimut, Teman Jadi Lawan Hanya Untuk Balas Dendam, Kisahnya Bikin Merinding

Sebelum menjadi Panglima KKB, Egianus Kogoya ternyata menjadi anak buah Goliath Tabuni, pimpinan KKB di Puncak Jaya.

Nama Egianus Kogoya mulai mencuat kala melancarkan aksi pembunuhan sadis terhadap 17 karyawan PT Istaka Karya pada Desember 2018 silam.

Polda Papua juga mengidentifikasi bahwa Egianus bersama anggota memiliki banyak senjata api.

Kelompok itu minimal memiliki 15 pucuk senjata api yang semuanya merupakan hasil rampasan dari pos keamanan.

"Pelaku punya 15 pucuk senjata yang semuanya hasil rampasan dari TNI-Polri," kata Dirkrimum Polda Papua Kombes Pol Faizal.

Dua dari antara belasan pucuk senjata itu mematikan; Granade Launcher Mortir (GLM) atau pelontar granat, dan senjata Minimi yang mampu menembakkan 1000 amunisi dalam 1 menit.

"Minimi satu pucuk sedangkan GLM ada dua, itu digunakan saat mereka beraksi yang menewaskan satu perwira TNI AL beberapa waktu lalu," ujarnya.

Egianus Kogoya, pemimpin KKB paling berbahaya di Kabupaten Nduga. Keberadaannya sudah terpantau, tapi tak terlihat. Ia tak pernah meninggalkan Kabupaten Nduga sehingga sulit ditangkap. Hingga kini pergerakannya pun susah dideteksi.
Egianus Kogoya, pemimpin KKB paling berbahaya di Kabupaten Nduga. Keberadaannya sudah terpantau, tapi tak terlihat. Ia tak pernah meninggalkan Kabupaten Nduga sehingga sulit ditangkap. Hingga kini pergerakannya pun susah dideteksi. (Tribunnews.com)

Memburu kelompok kriminal bersenjata di Papua tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan.

Pasalnya kondisi geografi dan medan yang sulit menjadi kendala aparat gabungan dalam bertindak.

Selain itu, anggota KKB juga selalu berpindah-pindah lokasi dalam melancarkan aksinya.

Terbaru, dua prajurit TNI AL, Letda Muhammad Ikbal dan Pratu Wison Anderson Here tewas dalam insiden penyerangan di Pos Satgas Marinir Perikanan Quari Bawah Kernyam, Kabupaten Nduga pada Sabtu 26 Maret sore.

Egianus Kogoya diduga sebagai sebagai dalang utama aksi tersebut dan disebut-sebut sebagai sang eksekutor.

Baca juga: Pendeta Jufinus Mawa Bongkar Kebiadaban KKB, Malam Serang TNI Polri, Siang Sikat Anak-Anak Perempuan

Selain Letda Ikbal dan Pratu Anderson, ada 8 prajurit TNI lainnya yang mengalami luka serius dan tengah menjalani perawastan di Surabaya.

Dalam aksinya, Egianus dan pasukannya melakukan penyerangan Pos TNI AL secara membabi buta.

Granat ditembakkan ke pos dari jarak dekat hingga menewaskan komandan pos dan melukai 8 prajurit. (frans krowin/*)

Berita Lain Terkait KKB Papua

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved