Berita Kota Kupang Hari Ini
Pameran Bonsai Semarakkan Liburan Idul Fitri di Kupang
Hobi tanaman bonsai membutuhkan perlakuan khusus karena jika salah urus maka bonsai bisa mati
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Mengisi libur hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah, Komunitas Pencinta Bonsai menggelar pameran di Taman Nostalgia, Kota Kupang, Selasa 3 Mei 2022.
Pameran Bonsai tersebut berlangsung selama dua hari yang dimulai pada tanggal 2-3 Mei 2022, menampilkan 250-300 pohon bonsai.
Dalam pameran bonsai tersebut ada beberapa jenis tanaman yang dipamerkan seperti Lumpis (duri hitam), Asam, cemara, Santigi, serta jenis tanaman lokal lainnya.
Baca juga: Arus Balik Lebaran, Jokowi Sarankan Masyarakat Lakukan Perjalanan Setelah Tanggal 6-8 Mei
Harga yang ditawarkan untuk pohon bonsai juga bervariasi sesuai jenis tanaman, dan modelnya dengan harga berkisar mulai dari Rp 250 ribu hingga Rp 30 juta.
Kepada POS-KUPANG.COM, Ketua Panitia Pameran Bonsai, Apri Dira Tome mengatakan pameran bonsai selama dua hari mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).
"Kami mendapat apresiasi dari DLHK dengan mendapatkan izin untuk melakukan pameran di ruang terbuka Taman Nostalgia selama libur lebaran," ujar Apri.
Baca juga: Asita NTT Terima 4 Wisatawan Asal AS Setelah Pandemi Menurun
Pameran Bonsai melibatkan tiga komunitas antara lain Komunitas Bonsai (Koboi) Kupang, Komunitas Katong Pung Bonsai Kupang, serta Komunitas Garasi Hijau, serta Komunitas Bopati dari Kabupaten TTS.
"Ada tiga komunitas pecinta bonsai di Kupang yang terlibat dalam pameran serta partisipasi dari komunitas Bopati dari TTS, dengan tujuan untuk menumbuhkan minat dan bakat masyarakat terhadap tanaman bonsai," ujar Apri.
Baginya bonsai memberikan banyak manfaat terutama menjadi hobi positif yang mampu memberikan nilai edukasi, menghijaukan lingkungan serta memberikan waktu luang untuk berkumpul bersama keluarga di rumah.

Ketua Komunitas Koboy Kupang, Kristoforus Puan Wawin mengatakan bahwa anggota yang tergabung dalam komunitas memiliki hobi yang sama memelihara tanaman bonsai.
Terkait karakteristik tanaman bonsai berbeda dari tanaman biasa karena harus memiliki umur panjang, tahan panas dan membutuhkan perlakuan khusus.
"Hobi tanaman bonsai membutuhkan perlakuan khusus karena jika salah urus maka bonsai bisa mati," ujar Kristoforus.
Baca juga: Carlo Ancelotti Rayakan Pesta Juara Real Madrid bersama Ronaldo Nazario, Luis Figo dan Rafael Nadal
Dari tanaman Bonsai, pihaknya mendapat profit terlebih dalam situasi pandemi Covid-19, serta membantu melestarikan lingkungan.
"Situasi pandemi membuat kami lebih banyak berdiam diri di rumah, sehingga kami beralih mengembangkan bonsai, dan mendapat keuntungan ekonomi dari bonsai," pungkasnya. (CR14)