Berit Sikka
Pipa PDAM Meledak, Petugas Perumda Air Minum Tirta Kelimutu, Turun ke Lapangan
Distribusi air bersih terhadap warga di Kota Ende terkhusus di beberapa titik sempat terhambat. Hambatan yang dimaksudkan adalah
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM.COM, Nofri Fuka
POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Distribusi air bersih terhadap warga di Kota Ende terkhusus di beberapa titik sempat terhambat.
Hambatan yang dimaksudkan adalah rusaknya salah satu pipa utama akibat meledak, pada Jumat 29 April 2022, yang menyumbat jalur air dari pipa tersebut.
Pipa utama PDAM ukuran 8 dim, yang meledak berada tepat di wilayah Wolowona, Kelurahan Rewarangga Selatan, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Sikka.
Pantauan TribunFlores.com, Minggu 30 April 2022, beberapa petugas dari perusahaan umum daerah (Perumda) air minum tirta Kelimutu sedang memperbaiki pipa tersebut.
Terlihat, mereka menggali lubang sedalam tiga meter di sisi jalan TransFlores, area Wolowona untuk memperbaiki pipa tersebut.
Meskipun hari ini hari libur, namun mereka tetap bekerja seperti biasa.
Baca juga: Komisaris Utama PD Flobamor Beberkan Fakta Kejadian Pengeroyokan dan Klarifikasi Wartawan Online
Direktur utama perumda air minum tirta kelimutu, Yustinus saat dihubungi lewat telepon menjelaskan bahwa penyebab meledaknya pipa tersebut karena faktor usia.
"Pipa itu sudah berumur tua, sekitar puluhan tahun, dari tahun 1983, sehingga besarnya tekanan volume air menyebabkan pipa tersebut meledak," ungkapnya.
Terkait dengan cara memperbaiki pipa tersebut, Yustinus menjelaskan akan dilakukan penambalan.
"Kita punya beberapa pipa sisa, jadi nanti kita akan menambal pipa tersebut," tuturnya.
Yustinus berharap bahwa, masyarakat dapat bersabar karena dalam waktu 1 X 24 jam, mereka akan menuntaskan perbaikan pipa itu.
"Saya berharap masyarakat dapat bersabar, dalam tempo 24 jam kedepan, pipa tersebut akan kembali berfungsi dengan baik," katanya.
Berdasarkan kejadian ini, Yustinus menerangkan bahwa kedepannya pipa-pipa air yang sudah uzur usianya akan direhabilitasi dan diganti dengan yang baru," pungkasnya.
Yustinus sempat menyinggung bahwa rusaknya pipa air tersebut pada bulan ramadhan ini terkhusus menjelang lebaran, sempat menghambat aktivitas warga.
Baca juga: Blusukan di Tengah Masyarakat, Camat Mego Tidur di Desa Kowi