Berit Sikka

 Blusukan di Tengah Masyarakat, Camat Mego Tidur di Desa Kowi

Camat Mego, Petrus Piter, S.IP bersama Tim Kecamatan Mego, Tidur Di Desa Kowi, Kecamatan Mego dalam Rangka melakukan kunjungan kerja, hari Jumad sampa

Editor: Ferry Ndoen
Foto Kiriman Petrus Piter
Camat Mego, Petrus Piter, S.IP bersama Tim Kecamatan Mego, Tidur Di Desa Kowi, Kecamatan Mego dalam Rangka melakukan kunjungan kerja, hari Jumad sampai Sabtu, 29, 30 April 2022. Bertempat di Dusun Nabe, Desa Kowi. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofri Fuka

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Camat Mego, Petrus Piter, S.IP bersama Tim Kecamatan Mego, Tidur Di Desa Kowi, Kecamatan Mego dalam Rangka melakukan kunjungan kerja, hari Jumad sampai Sabtu, 29, 30 April 2022. Bertempat di Dusun Nabe, Desa Kowi.

"Kunjungan kerja tersebut dengan maksud,  agar lebih  mendekatan diri dengan masyarakat , untuk memberikan informasi Pembangunan serta mau mendengarkan aspirasi, persoalan atau permasalahan yang dihadapi masyarakat yang selanjutnya UU ntuk dijadikan bahan atau dasar kebijakan pemerintahan," ujar Pestrus, 

Kegiatan itu diawali dengan perayaan Ekaristi yang di pimpin oleh pastor Paroki  Feondari, Romo Jhon Dae. 

Dalam kotbahnya, Romo Jhon Dae berharap agar umat dan masyarakat di desa Kowi ini memajukan dunia pendidikan.

"Di  bidang Pengambangan kualitas pendidikan kita masih jauh tertinggal sehingga kita harus selalu bekerja dan harap Pemerintah memperhatikan secara khusus wilayah Kowi Paroki Feondari ini," kata Romo Jhon.

Sedangkan, Camat Mego, Petrus Piter, S.IP dalam kunjungan kerja tersebut mengatakan, masyarakat Mego harus bersatu dalam membangun wilayah Kowi karena berdasarkan penilaian Kementerian Desa, Kowi masih masuk dalam desa dengan status desa Sangat Teringgal.

"Sehingga alokasi dana desa 1 miliar lebih untuk menangani permasalahan yang ada di desa  termasuk kasus stunting masih tinggi yakni 10  anak, 13 anak gizi buruk atau kurang, jarak pusat pemerintahan jauh, infrastruktur jalan belum baik, masyarakat belum sadar bayar pajak," ungkap Petrus. 

Untuk wilayah Kecamatan Mego seluruhnya, terdapat lima desa dengan status desa  sangat tertinggal yakni , Desa Kowi, Napugera, Liakutu, Parabubu dan Gera sedangkan lima  desa dengan status desa tertinggal adalah di Desa Dobo, Dobo Nuapuu, Bhera, Korobhera dan Wolodhesa.

Hadir dialam kunjungan kerja tersebut, Pastor Paroki Feondari, Romo Jhon Dae, anggota DPRD Sikka, Marselina Kata, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Mego, ibu Maria Florida, BPP Kecamatan, Babinkantibmas, Penyuluh KB, Kepala UPT   Dispenda, Penjabat kepala desa, Perangkat Kecamatan, Kepsek SDI Nabe,  bidan, perawat dan desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda.

Baca juga: Komisaris Utama PD Flobamor Beberkan Fakta Kejadian Pengeroyokan dan Klarifikasi Wartawan Online

Dialog dengan masyarakat camat bersama rombongan bermalam bersama masyarakat di desa Kowi.

Usai Dialog dengan masyarakat malam itu, paginya, Sabtu, 30 April 2022 Petrus mengunjungi SDI Nabe dan berdialog dengan tenaga pendidik serta berdialog dengan Siswa siswa SDI Nabe. (Cr1) 

Camat Mego, Petrus Piter, S.IP bersama Tim Kecamatan Mego, Tidur Di Desa Kowi, Kecamatan Mego dalam Rangka melakukan kunjungan kerja, hari Jumad sampai Sabtu, 29, 30 April 2022. Bertempat di Dusun Nabe, Desa Kowi.
Camat Mego, Petrus Piter, S.IP bersama Tim Kecamatan Mego, Tidur Di Desa Kowi, Kecamatan Mego dalam Rangka melakukan kunjungan kerja, hari Jumad sampai Sabtu, 29, 30 April 2022. Bertempat di Dusun Nabe, Desa Kowi. (Foto Kiriman Petrus Piter)
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved