Komisaris Utama PD Flobamor Dukung Penyidik Kepolisian Ungkap Pelaku & Motif Pengeroyokan Wartawan

Fabi tidak ada di lokasi kejadian. Bahkan tidak satu pun  ada teman wartawan yang membantu membawa pulang motor dari Fabi

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG COM/ CHRISTIN MALEHERE
Komisaris Utama PD. Flobamor, Samuel Haning 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Perusahaan Daerah (PD) Flobamor mendukung penuh langkah kepolisian mengungkap pelaku dan motif aksi pengeroyokan terhadap wartawan online Fabianus Latuan.

Kasus pengeroyokan yang menimpa Fabi Latuan tersebut telah dilaporkan dan saat ini masih dalam penanganan penyidik Satreskrim Polres Kota Kota.

Kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu 30 April 2022, Komisaris Utama PD  Flobamor, Samuel Haning mengatakan akan membantu penyidik kepolisian dengan meminta warga setempat yang memiliki rekaman CCTV dan mendapatkan keterangan dari warga yang saat itu melihat kejadian pengeroyokan terhadap Fabi.

"Kami memperoleh keterangan dari beberapa warga di dekat lokasi kejadian yang melihat aksi pengeroyokan terhadap Fabi yang terjadi selama beberapa menit di jalan depan kantor PD Flobamor," jelas Samuel.

Baca juga: Jasad Pria Tanpa Identitas di Adonara Barat Diduga Akibat Kecelakaan Tunggal

Pihaknya juga mengecam keras pengeroyokan terhadap Fabi karena melanggar hak kemanusiaan.
Selain itu aksi pengeroyokan itu setelah sesaat Fabi bersama rekan-rekannya keluar dari dalam kantor PD Flobamor untuk mendapatkan klarifikasi pemberitaan.

"Fabi datang bersama sekitar 10 orang teman untuk meminta klarifikasi terkait pemberitaan deviden Rp 1,6 dari PD Flobamor yang tidak disetorkan kembali pada Pemprov NTT, dan setelah selesai, Fabi dan rekan-rekannya keluar dari dalam kantor, akan tetapi selang beberapa menit, kami yang masih berada di dalam ruangan rapat mendapatkan informasi dari staf bahwa ada perkelahian di depan kantor, ternyata Fabi dalam kondisi wajah bengkak, hidung berdarah serta helm sudah pecah," jelas Samuel Haning.

Pihaknya juga menyayangkan beberapa rekan wartawan online yang datang bersama Fabi tidak berada di lokasi kejadian saat kejadian pengeroyokan itu, sebab saat Pengurus Direksi dan Komisaris datang ke tempat parkir hanya mendapati Fabi sendirian bersama seorang rekan perempuan yang berboncengan sepeda motor dengan dia.

Baca juga: Ketua PHDI NTT : Idul Fitri Sebagai Hari Bahagia bagi Umat Muslim

"Saya heran saat keluar dari dalam ruang rapat hanya mendapati Fabi berdiri seorang diri di depan pagar depan jalan, dalam kondisi sudah mengalami luka usai dikeroyok, sedangkan beberapa teman yang datang bersama Fabi tidak ada di lokasi kejadian. Bahkan tidak satu pun  ada teman wartawan yang membantu membawa pulang motor dari Fabi," tambah Samuel.

Baginya dampak dari pengeroyokan tersebut telah membuat nama baik PD Flobamor ikut tercemar karena lokasi kejadiannya di depan Kantor PD Flobamor dan waktunya beberapa saat setelah Fabi dan rombongan melakukan klarifikasi berita tersebut.

"Kasus pengeroyokan terhadap Fabi terjadi di depan Kantor PD Flobamor, sehingga ada pihak yang ingin memprovokasi bahwa penyebab dari pemberitaan yang ditulis oleh Fabi dan rekan-rekannya tersebut, akan tetapi kami tegaskan bahwa kasus yang ditulis oleh Fabi dan rekan-rekannya, bahkan kasus tersebut telah menciderai nama baik PD Flobamor," tegas Samuel.

Baca juga: Warga Kelurahan Manulai II Beri Ayam Jago Buat Jefri Riwu Kore

Pihaknya berharap agar penyidik segera mengungkap pelaku dan motif pengeroyokan terhadap Fabi Latuan agar kasusnya terang benderang, serta membuktikan kejadian tersebut tidak ada kaitannya dengan pemberitaan terhadap PD Flobamor. (*)

Berita NTT Hari Ini

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved