Berita NTT Hari Ini
Tinjau Food Estate Belu, Ansi Lema Tidak Temukan Jagung
jagung yang ditanam Presiden Jokowi tumbuh tidak subur lalu mati. Diperkirakan jagung mati setelah umur satu atau dua minggu
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas
POS KUPANG. COM, ATAMBUA - Anggota DPR RI, Yohanes Fransiskus Lema atau yang biasa disapa Ansi Lema meninjau lokasi food estate Rotiklot di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Rabu 27 April 2022.
Kedatangan Ansi Lema ini untuk melihat langsung progres tanaman jagung di food estate yang sebulan lalu, tepatnya 24 Maret 2022 secara simbolis ditanam oleh Presiden Joko Widodo bersama Gubernur NTT, Victor Laiskodat.
Namun, ketika berada di lokasi food estate, Ansi Lema tidak menemukan satu pun pohon jagung. Lantas Ansi Lema menanyakan hal itu kepada Plt Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Gela Lay Rede.
"Yang ditanam Pak Jokowi mana, sudah dipanen", tanya Ansy.
Baca juga: Imigrasi Labuan Bajo Gencarkan Layanan Aplikasi Mobile Paspor
Plt Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan berusaha menjelaskannya namun penjelasan Plt Kadis nampaknya tidak menjawab apa yang ditanyakan Ansi Lema.
Ansi Lema kembali menanyakan hal itu sambil memberikan contoh dengan menunjukkan tangan ke tanah.
"Maksudnya setelah pak Jokowi tanam, yang ditanam itu ada dimana sekarang. Ini kan di tanah. Setelah ditanam, itunya (jagungnya-Red) dimana. Apakah sudah panen atau gimana. Saya perlu tahu gitu", tanya Ansi.
"Hanya ada dua jawaban setelah ditanam, tumbuh atau mati, kan begitu", sambungnya.
Baca juga: Singo Edan Target Raih Juara Liga 1 2022, Arema Datangkan Joao Moreira Bantu Kinerja Eduardo?
Karena belum mendapat jawaban pasti dari Plt Kadis, Ansi Lema bergerak maju mencari titik penanaman jagung yang dilakukan Jokowi sembari bertanya kepada petani.
Salah satu petani, Pius Mau mengatakan, jagung yang ditanam Presiden Jokowi tumbuh tidak subur lalu mati. Diperkirakan jagung mati setelah umur satu atau dua minggu.
"Tumbuh pak tapi mati. Setelah dua minggu mati. Tumbuhnya tidak merata", jawab Pius singkat.
Mendapat jawaban itu, nampaknya Ansi sedikit kesal karena Plt Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan ketika ditanya sebelumnya tidak terus terang mengatakan kondisi yang sebenarnya, malah petani yang mengakuinya.
Baca juga: Pemain Senior Maung Persib Diperpanjang Kontrak Jadi Penyeimbang Pemain Junior Pangeran Biru
"Jangan putar-putar ke saya. Kalau tumbuh yah tumbu, panen yah panen, kalau mati apa kendalanya", tegasnya.
Salah satu petani yang hadir saat itu dengan jujur menyampaikan bahwa jagung yang ditanam Presiden Jokowi sekitar dua jalur saat itu tumbuh tidak subur dan mati karena tidak siram.