Perang Rusia Ukraina

Rusia Terus Kepung Mariupol Ukraina, Volodymyr Zelensky Beri Peringatan Keras ke Vladimir Putin

Ancaman Zelensky pada Putin jika Rusia Bunuh Satu Tentara Terakhir Ukraina di Pabrik Baja Mariupol

Editor: Eflin Rote
Via Intisari.Grid.ID
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina , Volodymyr Zelensky 

POS-KUPANG.COM - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky memberikan peringatan keras kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Peringatan tersebut terkait dengan keselamatan pasukan atau pembela Ukraina terakhir yang bertahan di Pabrik Baja, Mariupol.

Diberitakan sebelumnya, hingga saat ini beberapa pasukan atau pembela Ukraina masih bertahan di Pabrik Baja Azovstal tersebut.

Baca juga: Rusia Umumkan Gencatan Senjata, Zelensky dan Erdogan Bahas Evakuasi Warga Mariupol Ukraina

Dilaporkan mereka di tengah-tengah kepungan serta serangan Rusia yang intens.

Zelensky pun mengancam jika pasukan Rusia membunuh salah satu tentara terakhir yang mempertahankan pabrik baja Mariupol, maka Zelenzky akan menutup pintu damai dengan Rusia.

Ukraina akan meninggalkan pembicaraan damai dengan Moskow.

Baca juga: Amerika Ketar Ketir China Bakal Bantu Rusia, Joe Biden Siapkan Kebijakan Keras untuk China, Apa Itu?

Foto dari kiri ke kanan: Volodymyr Zelenskyy, Vladimir Putin,
Foto dari kiri ke kanan: Volodymyr Zelenskyy, Vladimir Putin, (ISTIMEWA)

Presiden Ukraina juga mengatakan bahwa negaranya akan menarik diri dari pembicaraan damai jika Rusia mengadakan referendum kemerdekaan di Kota Kherson yang diduduki.

Seperti yang diketahui Mariupol satu di antara kota yang penting secara strategis di Ukraina, telah dihancurkan oleh Rusia selama berminggu-minggu, dikutip dari The Sun.

Para pejabat mengatakan evakuasi warga yang telah direncanakan terpaksa dihentikan lantaran penembakan yang intens di kota tersebut.

Pasukan Ukraina yang Terkepung di Pabrik Baja: Kami Terluka, Tewas, dan Kami Simpan Mayat Pejuang

Seorang pembela Ukraina, Svyatoslav Palamar, baru-baru ini mengungkapkan kesaksiannya terkait pabrik baja Azovstal yang terkepung oleh pasukan Rusia.

Diketahui dalam pabrik tersebut, banyak pasukan Ukraina bersembunyi, pabrik pun sebagian besar hancur dan warga sipil terperangkap di bawah bangunan yang runtuh.

Svyatoslav Palamar dari resimen Azov tersebut juga mengatakan para pembela telah menangkis gelombang serangan Rusia.

"Saya selalu mengatakan bahwa selama kita di sini, Mariupol tetap di bawah kendali Ukraina," katanya.

Seperti diketahui, sebagian besar Mariupol telah hancur dalam beberapa minggu, akibat pengeboman berat Rusia dan pertempuran jalanan yang intens.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved