Berita Rote Ndao Hari Ini
Ini Cara Jajaran Polsek Rote Tengah Jaring Warga Untuk Divaksinasi
Strategi ini merupakan salah satu ide cerdas yang dibangun oleh Kapolsek Rote Tengah, IPDA Charles Rihi Pati
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti
POS-KUPANG.COM, ROTE NDAO - Beragam cara untuk mendorong warga mengikuti vaksinasi seperti halnya yang dilakukan jajaran Polsek Rote Tengah, Wilayah Hukum Polres Rote Ndao.
Jajaran Polsek mengadakan pelayanan vaksinasi di Mako Polsek, dengan cara menjaring sejumlah warga pengguna jalan yang melintas dan belum divaksin.
Seperti disaksikan Pos Kupang, Senin, 18 April 2022, jajaran Polsek Rote Tengah menahan pengendara kendaraan yang melintas di jalan umum dan memeriksa apakah warga telah divaksin atau belum. Cara yang sedikit unik ini, membuat warga tak lagi punya alasan untuk menghindar.
Baca juga: Niat Shalat Magrib, Dhuhur, Ashar, Isya & Subuh Diserta Doa Sesuai Anjuran Rasulullah SAW
Strategi ini merupakan salah satu ide cerdas yang dibangun oleh Kapolsek Rote Tengah, IPDA Charles Rihi Pati. Di saat bersamaan, tenaga kesehatan (Nakes) sebagai tim vaksinator, sudah disiagakan untuk melaksanakan vaksinasi.
"Hanya untuk warga yang belum vaksin. Kalau yang sudah, kami persilahkan untuk melanjutkan perjalanan," ucap Kapolsek Charles saat dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Selasa, 19 April 2022.
Dijelaskannya, para anggota Polsek Rote Tengah melakukan pengecekan terhadap seluruh pengguna jalan yang melintasi ruas jalan depan Mako Polsek Rote Tengah.
Baca juga: Jaksa Agung Tetapkan 4 Tersangka Kasus Minyak Goreng, Termasuk Dirjen Perdagangan Luar Negeri
Setiap pengendara dan penumpang, dicek satu per satu dengan menunjukan bukti penerimaan vaksinasi.
Bagi yang sudah lengkap hingga dosis kedua, dijelaskannya dipersilahkan untuk melanjutkan perjalanan. Begitu juga yang ingin mendapatkan vaksin ketiga (Booster) juga dipersilahkan.
Sementara yang baru divaksin dosis pertama, diarahkan untuk berhenti sejenak agar bisa dilayani vaksinasi.
Baca juga: SMA/SMK Serentak Gelar Ujian Akhir Sekolah Perdana, Ini Penjelasan Dikbud NTT
"Setiap pengendara yang melintas, diberhentikan sementara, namun bukan dengan cara memaksa. Katong (kami) lakukan dengan cara yang humanis," kata Kapolsek Charles.
Cara tersebut, menurutnya cukup efektif. Sebab, dengan beragam kesibukan yang dilakukan warga, sehingga jarang mendatangi pusat-pusat pelayanan yang disediakan untuk dilayani.
"Katong (kami) hanya minta, kalau belum vaksin, di sini katong bisa langsung layani. Karena tenaga vaksinator dari Puskesmas Feapopi, siap untuk memberi vaksin," ucap Kapolsek Charles.
Baca juga: BPOLBF dan Poltekpar NHI Bandung Teken MoU
Ia mengakui saat penjaringan berlangsung, tidak dipersoalkan oleh warga. Malah disambut baik untuk langsung menerima. Kecuali kepada warga yang dengan urusan sangat mendesak atau dengan kondisi kesehatan yang belum memungkinkan untuk divaksin.
"Untuk basudara (warga) yang punya urusan mendesak, kami tidak mau halangi. Karena kami lakukan ini untuk kebaikan bersama guna meningkatkan herd imunity (kekebalan tubuh)," kata Kapolsek Charles, yang kemudian menyampaikan presentasi pencapaian vaksinasi di wilayah hukumnya.