Berita NTT Hari Ini

DWP Provinsi NTT Berikan Makanan Tambahan Bagi Balita di Penfui Timur

selain para ibu dan balita, rombongan pun dijemput oleh pihak pemerintah desa maupun pihak kesehatan (bidan)

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
FOTO BERSAMA - Tim DWP Provinsi NTT foto bersama dengan Kepala Desa Penfui Timur, Ekleopas Nome serta para balita stunting dan orangtuanya, Selasa 19 April 2022 

Pada kesempatan yang sama, ketua bidang sosial dan budaya DWP Provinsi NTT, Dionisia Nenabu menyampaikan fungsi dan tugas yang dibidanginya untuk melakukan pendataan balita usia 0-2 tahun berstatus kurang gizi atau stunting disetiap kelurahan maupun desa.

Usai melakukan pendataan, pihaknya melakukan perencanaan program atau menu makanan tambahan yang dapat mengurangi angka stunting.

Baca juga: Krisdayanti Tiba-tiba Minta Maaf Pada Ibunda Atta Halilintar, Nama Anak Aurel Hermansyah Disebut

"Kami harus kreatif dalam menyiapkan menu makanan tambahan bagi para balita, dan menu makanan tambahan pun diberikan selalu berbeda", tambahnya.

Selain itu, katanya, setiap bulan dilakukan monitoring atau mendata hasil dari setiap kelurahan maupun desa yang balitanya memperoleh makanan tambahan, apakah ada perubahan atau tidak. Sehingga apabila tidak ada perubahan maka pihaknya melakukan upaya pendekatan lainnya.

Menurutnya makanan tambahan yang diberikan bagi balita stunting dan gizi buruk berlangsung selama sebulan.

"Jadi, orang tua harus tekun beri makanan yang kami berikan, dan harus ganti menu setiap harinya, jangan monoton dengan satu menu saja", kata dia.

Baca juga: SMA/SMK Serentak Gelar Ujian Akhir Sekolah Perdana, Ini Penjelasan Dikbud NTT

Sementara Sekretaris I DWP Provinsi NTT, Ny. Lily Nuka, mengatakan pihaknya akan memantau setiap orang tua terkait dengan pemberian makanan tambahan ini selama sebulan.

Pihaknya menargetkan bahwa dari makanan tambahan ini wajib ada perubahan bagi para balita stunting. Namun apabila tidak terjadi perubahan maka makanan tambahan akan dialihkan ke balita lainnya.

"Kami lihat bantuan makanan tambahan dari DWP Provinsi NTT, cukup sebulan untuk anak tersebut, tergantung dari orang tuanya masing-masing", ungkapnya.

Kepala Desa Penfui Timur, Ekleopas Nome mengungkapkan bahwa pihaknya telah berupaya untuk menganggarkan guna melakukan pencegahan terkait stunting di wilayahnya.

Baca juga: Jaksa Agung Tetapkan 4 Tersangka Kasus Minyak Goreng, Termasuk Dirjen Perdagangan Luar Negeri

Selain anggaran, pihaknya pun mempersiapkan SDM beserta makanan tambahan untuk diberikan bagi balita yang alami stunting.

"Saya pikir stunting tahun ini sudah habis. Tapi tahun ini masih ada maka kami upayakan dengan melakukan kerjasama dengan pihak Poltekes Kupang guna kelola pangan lokal yang punya gizi tinggi yakni bahan dasarnya kelor", ujarnya.

"Tahun ini kami siapkan dana hampir Rp 30 juta untuk tangani stunting di desa ini", tambahnya.

Menurut Keleopas untuk melakukan pencegahan terhadap stunting bukan saja dari makanannya melainkan dari orang yang mengerjakan bahan-bahan makanan tersebut.

"Saya harap tahun ini, stunting di Desa Penfui Timur bisa dibereskan dengan program maupun kerjasama yang ada," tukasnya.(*)

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved