Laka Lantas Maut di Papua

Kisah Admon Aliando, Merantau ke Papua Agar Bisa Bangun Rumah dan Menikah di Juni 2022

Saat mobil ambulans membawa jenazah Admon tiba pukul 17.30 Wita, isak tangis keluarga dan kerabat pecah di rumah duka.

Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/NOFRI FUKA
Anggota keluarga menangis di rumah duka, Desa Bangkoor, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, setelah mendapat kabar Alfonsius Admon Aliando (39) meninggal dunia akibat kecelakaan maut di Distrik Minyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofri Fuka

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Jenazah Alfonsius Admon Aliando (39) telah tiba di rumah duka, Desa Bangkoor, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis 14 April 2022 sore.

Pria yang akrab disapa Admon ini tewas dalam kecelakaan maut di Distrik Minyambouw Kabupaten Pegunungan Arfak, Provinsi Papua Barat, Rabu 13 April 2022.

Selain Admon, ada 17 warga NTT lain yang juga menjadi korban kecelakaan truk yang mengangkut pekerja tambang emas. Sebagian besar korban merupakan warga Kabupaten Belu.

Jenazah 18 warga NTT dibawa dari Manokwari dengan menggunakan pesawat carteran, dan tiba di Bandara El Tari Kupang, Kamis sekitar pukul 13.00 Wita. Kemudian jenazah dibawa ke kampung halaman masing-masing.

Saat mobil ambulans membawa jenazah Admon tiba pukul 17.30 Wita, isak tangis keluarga dan kerabat pecah di rumah duka.

Baca juga: Jenazah 18 Warga NTT Dibawa Pesawat Carteran dari Papua, Wagub Josef Jemput di Bandara El Tari

Istri dan anak Admon, Kristina Neing dan Antonia Krisanta (6) meratap sambil memeluk peti jenazah.

"Dede saya mau peluk dede, aduh Tuhan saya tidak kuat lagi," ratap anggota keluarga lainnya.

Peti jenazah terbungkus terpal diturunkan dari ambulans. Setelah melakukan upacara adat, jenazah disemayamkan di dalam rumah.

Sahabat Admon, Ferdinandus Seran mengatakan, Admon adalah pekerja keras serta bertanggung jawab.

"Ia orangnya pekerja keras, dan bertanggung jawab. Keberangkatannya ke Papua dikarenakan ketidaktegaan dirinya melihat kondisi ekonomi keluarga yang terbilang tak berkecukupan begitu," ujar Ferdinandus.

Dia kaget saat mendengar berita kematian Admon. "Saya kaget, awalnya saya pergi fotocopy di tetangga, dan sampai tetangga kasih tau bilang nong Admon meninggal, saya kaget dan merasa  ngeri sebab korban meninggal karena kecelakaan yang terbilang tragis," katanya.

Menurutnya, Admon berangkat ke Papua karena mau mencari uang untuk membangun rumah. "Dia ke Papua karena mau cari uang, untuk bangun rumahnya di Nebe sini, hanya apa mau dikata, Tuhan yang berkehendak, kita hanya pasrah saja," ucapnya.

Hal senada disampaikan mantan Sekretaris Desa Bangkoor, Daniel Seran. Dia mengungkapkan, kepergian Admon ke Papua bekerja mencari uang untuk membangun rumah.

Baca juga: Isak Tangis Keluarga Sambut Jenazah 18 Warga NTT di Bandara El Tari

Selain itu, mengumpulkan uang untuk melangsungkan pernikahannya. Meski sudah memiliki seorang anak namun Admon dan istrinya belum resmi menikah.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved