Penganiayaan Pengunjung Kafe

Sebelum Tewas Dianiaya, Korban Cemburu Pratu Reterson Dansa dengan Pemilik Bamboe Cafe

Pratu Reterson lebih sigap, langsung melayangkan tiga pukulan beruntun mengenai wajah FK. Seketika korban jatuh tersungkur di lantai.

Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/BERTO KALU
Tersangka Pratu Reterson Dethan menjalani rekonstruksi di Bamboe Cafe Pantai Warna Oesapa Kota Kupang, Rabu 13 April 2022. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Penganiayaan pengujung kafe berinisial FK hingga tewas oleh Pratu Reterson Dethan di Bamboe Cafe Pantai Warna Oesapa Kota Kupang karena dipicu rasa cemburu.

Kecemburuan bermula ketika Pratu Reterson yang sedang dalam pengaruh alkohol mengajak saksi Sarce Agunstin Boboy alias Sarah berdansa. Sarah diketahui sebagai pemilik Bamboe Cafe.

Melihat tersangka berdansa dengan Sarah, FK bangkit dari tempat duduk dan mengajak Deonata Mendes alias Aulia, saksi lainnya yang saat itu sedang berada di meja kasir, untuk berdansa.

Selesai dansa, FK yang juga dalam pengaruh alkohol menghampiri anggota TNI itu sambil berkata, "Kamu hebat kah? Saya tidak suka kamu dansa dengan Sarah."

"Kamu siapa? " tanya Pratu Reterson kepada FK.

Sarah mengetahui perdebatan yang terjadi antara tersangka dan korban. Kemudian, Sarah menghampiri FK menjelaskan bahwa dia dan Pratu Reterson hanya berteman. Selanjutnya Sarah membalikkan badannya dan hendak pergi ke meja kasir.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pengunjung Cafe di Pantai Warna Kupang Tewas Dianiaya Oknum TNI

FK mengambil posisi siap, menarik tangan kanannya ke arah belakang, hendak mengayun memukul.

Pratu Reterson lebih sigap, langsung melayangkan tiga pukulan beruntun mengenai wajah FK. Seketika korban jatuh tersungkur di lantai.

Akibat pukulan itu korban mengalami luka lebam pada bibir dan mata kanan hingga membuatnya tidak sadarkan diri.

Selanjutnya warga mengevakuasi korban ke RSUD SK Lerik Kota Kupang untuk mendapat perawatan medis.

Rentetan fakta ini terungkap dalam dalam rekonstruksi di Bamboe Cafe Pantai Warna Oesapa yang digelar Denpom IX/1 Kupang, Rabu 13 April 2022 siang.

Pratu Reterson melaksanakan rekonstruksi dengan posisi tangan diborgol. Dia mengenakan baju tahanan militer berwarna kuning. Tersangka dikawal ketat anggota Denpom XI/1 Kupang.

Rekonstruksi dipimpin Komandan Denpom IX/1 Kupang, Joao Cecar da Costa Corte. Turut menyaksikan Lurah Oesapa Kiai Kia, serta sejumlah anggota TNI dari Denpom XI/1 Kupang.

Baca juga: Rekonstruksi di Bamboe Cafe Pantai Warna Oesapa Kupang, Oknum TNI Dikawal Ketat Polisi Militer

Baca juga: Bamboe Cafe Dipasang Garis Polisi, Lokasi Kasus Penikaman di Pantai Warna Oesapa

Pratu Reterson melaksanakan 19 adegan, semuanya berjalan lancar. Rekonstruksi berlangsung sekitar 1 jam, dimulai pukul 13.00 Wita. Warga sekitar antusias menyaksikan rekonstruksi.

Komandan Denpom IX/1 Kupang Joao Cecar da Costa Corte mengatakan, total adegan sebelumnya berjumlah 18, namun setelah dilakukan rekonstruksi ada perubahan menjadi 19 adegan.

"Perubahan itu tidak mempengaruhi hasil pemeriksaan awal, hanya karena hasil pemeriksaan dan kenyataan di lapangan berbeda, itu tidak menjadi masalah," kata Joao Cecar.

Ia menjelaskan, rekonstruksi ini dilakukan untuk melengkapi berkas perkara yang kemudian akan dilimpahkan ke Oditur untuk disidangkan di pengadilan militer.

“Setelah dilaksanakan rekonstruksi ini akan dilakukan penyempurnaan berkas perkara, setelah dinyatakan lengkap akan kita limpahkan ke Oditur untuk disidangkan di Pengadilan Militer," ujarnya. (cr13)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved