Penganiayaan Pengunjung Kafe

Rekonstruksi di Bamboe Cafe Pantai Warna Oesapa Kupang, Oknum TNI Dikawal Ketat Polisi Militer

Reka ulang dilakukan Pratu Reterson Dethan, oknum TNI yang diduga menganiaya FK, pekerja proyek Bendungan Manikin.

Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/BERTO KALU
Tersangka Pratu Reterson Dethan (baju kuning) menjalani rekonstruksi kasus penganiayaan pengunjung kafe hingga tewas di Bamboe Cafe Pantai Warna Oesapa, Kota Kupang, Rabu 13 April 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Denpom IX/1 Kupang menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan pengunjung kafe hingga tewas di Bamboe Cafe Pantai Warna Oesapa Kota Kupang, Rabu 13 April 2022.

Reka ulang dilakukan Pratu Reterson Dethan, oknum TNI yang diduga menganiaya FK, pekerja proyek Bendungan Manikin. Pria asal Provinsi Jawa Barat akhirnya meninggal dunia.

Pratu Reterson Dethan melaksanakan rekonstruksi dengan posisi tangan diborgol. Dia mengenakan baju tahanan militer berwarna kuning. Tersangka dikawal ketat anggota Denpom XI/1 Kupang.

Rekonstruksi dipimpin Komandan Denpom IX/1 Kupang, Joao Cecar da Costa Corte. Turut menyaksikan Lurah Oesapa Kiai Kia, serta sejumlah anggota TNI dari Denpom XI/1 Kupang.

Pratu Reterson melaksanakan 19 adegan, semuanya berjalan lancar. Rekonstruksi berlangsung sekitar 1 jam, dimulai pukul 13.00 Wita. Warga sekitar antusias menyaksikan rekonstruksi.

Baca juga: Bamboe Cafe Dipasang Garis Polisi, Lokasi Kasus Penikaman di Pantai Warna Oesapa

Baca juga: BREAKING NEWS: Pengunjung Cafe di Pantai Warna Kupang Tewas Dianiaya Oknum TNI

Komandan Denpom IX/1 Kupang Joao Cecar da Costa Corte mengatakan, total adegan sebelumnya berjumlah 18, namun setelah dilakukan rekonstruksi ada perubahan menjadi 19 adegan.

"Perubahan itu tidak mempengaruhi hasil pemeriksaan awal, hanya karena hasil pemeriksaan dan kenyataan di lapangan berbeda, itu tidak menjadi masalah, " kata Joao Cecar.

Ia menjelaskan, rekonstruksi ini dilakukan untuk melengkapi berkas perkara yang kemudian akan dilimpahkan ke Oditur untuk disidangkan di pengadilan militer.

“Setelah dilaksanakan rekonstruksi ini akan dilakukan penyempurnaan berkas perkara, setelah dinyatakan lengkap akan kita limpahkan ke Oditur untuk disidangkan di Pengadilan Militer," ujarnya.

Perbuatan Pratu Reterson Dethan dikenakan Pasal 351 Ayat 3 dengan ancaman 7 tahun penjara, serta Pasal 354 Ayat 2 dengan ancaman 10 tahun karena telah melakukan penganiayaan yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia. (cr13)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved