Penganiayaan Pengunjung Kafe

Bamboe Cafe Dipasang Garis Polisi, Lokasi Kasus Penikaman di Pantai Warna Oesapa

Warga setempat juga enggan berkomentar dan mengaku tidak mengetahui kejadian penganiayaan pada Senin dini hari tersebut.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/CHRISTIN MALEHERE
Bamboe Cafe terpasang garis polisi karena menjadi lokasi kasus penikaman di Pantai Warna Oesapa pada Senin 28 Maret 2022 dinihari lalu. Gambar diambil Selasa 29 Maret 2022.   

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Inilah lokasi kejadian kasus penganiayaan seorang pekerja Bendungan Manikin yang terjadi pada Senin 28 Maret 2022 dinihari sekitar pukul 02.30 wita.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Selasa 29 Maret 2022, Lokasi kejadian pada salah satu lapak jualan bernama Bamboe Cafe yang berada di pesisir Pantai Warna, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Di Bamboe Cafe telah terpasang garis polisi (do not cross) berwarna kuning yang membentang di sepanjang pagar pembatas lapak usaha tersebut.

Bahkan kondisi saat siang hari terasa sepi karena cuaca panas serta tempatnya berada di paling ujung dari jajaran tempat jualan yang dimulai dari Pasar Oesapa.

Baca juga: Kata Hati Dokter Terawan Pasca Dipecat dari IDI: Saya Menyayangi Semua, Mereka Saudara Kandung Saya

Warga setempat juga enggan berkomentar dan mengaku tidak mengetahui kejadian penganiayaan pada Senin dinihari tersebut.

Berdasarkan sejumlah informasi yang dihimpun POS-KUPANG.COM, kejadian penganiayaan yang menimpa seorang pekerja proyek Bendungan Manikin yang terjadi pada Senin 28 Maret 2022 dinihari.

Korban diketahui bernama FK (33) asal Jawa Barat yang selama ini tinggal di mess proyek Bendungan Manikin.
Di tempat yang sama, pelaku penganiayaan yang diduga oknum TNI sementara mengkonsumsi minuman keras dalam jumlah banyak.

Akibatnya korban dan pelaku sama-sama mabuk membuat keduanya berselisih paham sehingga sehingga pelaku naik pitam hingga menganiaya korban hingga mengalami luka lebam pada bibir dan mata kanan hingga membuatnya tidak sadarkan diri.

Baca juga: Sambut Ramadhan 1443 H, MAN Nagekeo Gelar Kegiatan Pesantren Kilat

Hal tersebut membuat warga setempat mengevakuasi korban ke rumah sakit RSUD SK Lerik, akan tetapi kondisinya tidak tertolong sehingga akhirnya korban meninggal dunia 

Kasus penganiayaan ini dilaporkan ke Polres Kupang kota.

Polisi pun ke lokasi kejadian melakukan olah tempat kejadian perkara dan memasang garis polisi.

Pihak POM TNI juga ke lokasi kejadian mengumpulkan keterangan terkait kasus ini.

Berdasarkan informasi bahwa kasus penganiayaan tersebut ditangani oleh Denpom IX/1 Kupang karena pelakunya melibatkan anggota TNI.

Baca juga: Ini permintaan DPRD Kabupaten Kupang Soal SDN Naibonat Ubah Halaman Sekolah Jadi Sawah

Saat POS-KUPANG.COM mengkonfirmasi ke Kantor Denpom IX/1 Kupang, petugas bernama Imanuel mengatakan konfirmasi melalui satu pintu dengan pimpinan Dandenpom IX/1 Kupang sebagai Ankum, akan tetapi saat ini masih bertugas di luar kota.

"Beliau Dandenpom sebagai Ankum yang akan memberikan keterangan terkait kasus penganiayaan tersebut, sehingga jika ingin konfirmasi terkait penanganannya bisa dilakukan setelah beliau berada di tempat," ujarnya. (*)

Berita Kota Kupang Hari Ini

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved