Laka Lantas Maut di Papua
Jefri Ulu Kehilangan 7 Anggota Keluarga, Korban Kecelakaan Maut di Papua
Para korban berasal dari Desa Derok, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas
POS KUPANG. COM, ATAMBUA - Keluarga Jefri Ulu Bona diselimuti rasa duka yang mendalam. Sebanyak tujuh korban kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Pegungungan Arfak, Provinsi Papua Barat, Rabu 13 April 2022 adalah anggota keluarganya.
Para korban berasal dari Desa Derok, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu. "Di Desa Derok ada tujuh orang. Kita anggap semua itu keluarga. Jadi kami sangat berduka", tutur Jefri Ulu saat dihubungi POS-KUPANG.COM, Rabu 13 April 2022 malam.
Ia menuturkan, sesuai informasi dari keluarga di Desa Derok, beberapa korban itu baru hampir satu bulan berangkat kerja ke Papua. Belum lama bekerja di sana, mereka dikabarkan meninggal dalam kecelakaan sehingga keluarga marasa sangat berduka.
Jefri mendapat informasi peristiwa itu lewat media sosial dan setelah dicek nama-nama korban ternyata adalah keluarganya.
Jefri mengaku tidak memiliki firasat sebelum peristiwa itu dan belum ada komunikasi dengan salah satu dari ketujuh korban. "Tidak ada telpon dan tidak ada firasat. Saya dengar informasi dari keluarga dong jalan belum sampai satu bulan," ungkapnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: 18 Warga NTT Tewas Laka Lantas di Papua, Mayoritas Pekerja Tambang
Baca juga: Semuanya Asal NTT, 18 Korban Tewas Laka Lantas di Pegunungan Arfak Papua Barat, Ini Identitasnya
Dia menyampaikan bahwa, saat ini ada keluarga yang menunggu kedatangan jenazah para korban di kampung dan sebagian keluarga sudah berangkat ke Kupang untuk menjemput jenazah.
Sesuai informasi terbaru, lanjut Jefri, jenazah para korban akan diterbangkan besok dari Papua langsung Bandara AA Bere Tallo Atambua dan semua ditanggung perusahaan. "Besok dari Papua langsung di Haliwen (Atambua-Red). Perusahan yang tanggung. Tapi waktunya belum pasti," kata Jefri.
Sebagai keluarga, Jefri sudah menghubungi keluarga yang ada di Atambua dan di Kupang untuk tetap bersiap-siapa menjemput jenazah korban bila sudah tiba di bandara.
Jefri juga mengharapkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Belu seperti mobil ambulans untuk menghantar jenazah dari Bandara menuju rumah duka.
Sebanyak 18 warga asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal dunia akibat kecelakaan maut di Manokwari, Provinsi Papua Barat, Rabu 13 April 2022 sekitar pukul 03.00 WIT.
Truk yang ditumpangi warga menabrak gunung Kilometer 10 Pegunungan Arfak, ketika hendak ke pusat kota. Total ada 79 orang yang menumpangi truk itu.
Ketua Ikatan Kerukunan Flobamora (IKF) Clinton Tallo, dihubungi dari Kupang, membenarkan peristiwa itu. Dia menyebut, korban meninggal dunia ada 18 orang, semua berasal dari NTT.
Dia menyebut, semua warga merupakan pekerja tambang pada perusahaan milik Toko Tengah Manokwari. (jen)