Pertemuan G20
Amerika Ancam Boikot Pertemua G-20 di Indonesia Bila Ada Rusia, Jakarta Tetap Netral
Pertemuan para pemimpin negara G20 nanti kemungkinan juga akan dihadiri oleh Presiden Rusia Vladimir Putin Sejumlah negara sudah menyatakan keberatan
POS KUPANG.COM -- Pertemuan para pemimpin negara G20 nanti kemungkinan juga akan dihadiri oleh Presiden Rusia Vladimir Putin
Sejumlah negara sudah menyatakan keberatan dengan kehadiran Rusia
Sementara Amerika sudah mengatakan akan memboikot G20 bila dalam pertemuan itu dihadiri oleh Vladimir Putin atau perwakilan Rusia lainnya
Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan Rusia harus dikeluarkan dari Kelompok G20
Dia juga menambahkan bahwa AS akan memboikot "sejumlah pertemuan G20 jika pejabat Rusia muncul."
Diwartakan Independent.co.uk, Jumat (8/4/2022), Yellen mengajukan pertanyaan tentang masa depan Rusia di G20 pada sidang Komite Jasa Keuangan DPR AS pada hari Rabu.
Baca juga: Rusia Akui Banyak Pasukannya Tewas di Medan Perang Ukraina, Kremlin Akui Alami Kerugian Besar
Pernyataan itu muncul setelah invasi brutal negara itu ke Ukraina dan setelah diketahui bahwa kemungkinan kejahatan perang dilakukan di Bucha, pinggiran kota dekat ibukota Komite Jasa Keuangan DPR AS
Dia mengatakan bahwa invasi dan pembunuhan Rusia di Kota Bucha merupakan hal “tercela dan sebuah penghinaan yang tidak dapat diterima terhadap tatanan global berbasis aturan, serta akan mengakibatkan dampak ekonomi yang sangat besar di Ukraina dan sekitarnya.”
“Dia meminta agar Rusia dikeluarkan dari G20, dan saya telah menjelaskan kepada rekan-rekan saya di Indonesia bahwa kami tidak akan berpartisipasi dalam sejumlah pertemuan jika Rusia ada di sana,” tambahnya.
Baca juga: 52 Orang Tewas dalam Serangan Roket Rusia di Stasiun Kereta Kramatorsk Ukraina
Indonesia memegang kursi kepresidenan G20 tahun ini dan akan menjadi tuan rumah pertemuan keuangan pada bulan Juli tahun ini dan pertemuan puncak para pemimpin di Bali pada bulan November.
Rusia mengatakan Vladimir Putin bermaksud menghadiri KTT akhir tahun ini.
Rusia dikeluarkan dari Kelompok Delapan saat itu setelah aneksasi Krimea pada tahun 2014.
Tetapi mengeluarkannya dari G20, kata para ahli, akan menjadi lebih rumit karena memerlukan konsensus untuk diberlakukan.
Baca juga: Bak Haus Dara, Rusia Terus Bombardir Ukraina, Korban Tewas di Kramatorsk Bertambah Jadi 50 Orang
China dan India mungkin tidak setuju untuk mengeluarkan Rusia dari pengelompokan.
Indonesia, pada dasarnya, tidak dapat menolak atau mengusir anggota G20, kata seorang pejabat yang mengetahui masalah tersebut seperti dikutip oleh Reuters.