Kamis, 23 April 2026

Perang Rusia Ukraina

52 Orang Tewas dalam Serangan Roket Rusia di Stasiun Kereta Kramatorsk Ukraina

Kyrylenko mengatakan 12 orang tewas seketika di tempat kejadian sementara tambahan 40 orang kemudian meninggal karena luka-luka di rumah sakit.

Editor: Agustinus Sape
via Dw.com
Walikota Kramatorsk mengatakan 50 orang tewas termasuk lima anak-anak dalam serangan rudal di sebuah stasiun kereta api Ukraina ketika warga sipil berharap untuk melarikan diri. 

52 Orang Tewas dalam Serangan Roket Rusia di Stasiun Kereta Kramatorsk Ukraina

POS-KUPANG.COM - Serangan pasukan Rusia berlanjut di wilayah timur Ukraina.

Lima puluh dua orang tewas dalam serangan roket di stasiun kereta api yang penuh sesak dengan orang-orang yang melarikan diri dari kota Ukraina timur. Selusin orang tewas di tempat kejadian sementara 40 lainnya meninggal karena luka-luka mereka.

Korban tewas menyusul serangan rudal di stasiun kereta api yang dipenuhi warga sipil yang ingin mengungsi telah meningkat menjadi 52, kata gubernur regional Donetsk Pavlo Kyrylenko, Jumat 8 April 2022.

Kyrylenko mengatakan 12 orang tewas seketika di tempat kejadian sementara tambahan 40 orang kemudian meninggal karena luka-luka di rumah sakit.

Di antara yang tewas adalah lima anak-anak.

Warga sipil telah berkumpul dengan harapan dipindahkan ke bagian negara yang lebih aman ketika stasiun itu diserang.

Foto-foto dan video yang diambil sesaat setelah ledakan itu menunjukkan orang-orang mati tergeletak di tanah, banyak dengan anggota badan hilang dan dalam satu kasus, sebuah kepala terpenggal.

Sisa-sisa roket Rusia mengungkapkan "untuk anak-anak" telah ditulis di samping.

Apa yang kita ketahui tentang serangan itu?

Dalam sebuah posting Facebook, Zelenskyy mengatakan rudal Tochka-U Rusia menghantam stasiun kereta Kramatorsk.

Zelenskyy menulis, "Kurangnya kekuatan dan keberanian untuk melawan kami di medan perang, [Rusia] secara sinis menghancurkan penduduk sipil."

Dia menambahkan, "Jika tidak dihukum, itu tidak akan pernah berhenti."

Setelah serangan itu, walikota Kramatorsk, Oleksandr Honcharenko, mengatakan pihak berwenang terus berupaya melanjutkan evakuasi warga dengan bus dan mobil. Selama briefing online, Honcharenko meminta bantuan untuk upaya tersebut.

"Hari ini kami mulai evakuasi darurat orang-orang dengan semua angkutan umum, semua angkutan pribadi. Kami sedang mencari pengemudi. Sekitar 30-40 pengemudi dibutuhkan pada hari ini," katanya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved