Perang Rusia Ukraina

Rusia Akui Banyak Pasukannya Tewas di Medan Perang Ukraina, Kremlin Akui Alami Kerugian Besar

Para prajurit yang gugur bahkan yang masih muda dan belum menikah namun meninggalkanj kesesihan untuk suudara laki-laki dan perempuan

Editor: Alfred Dama
ALEXANDER ERMOCHENKO/REUTERS
Seorang pejuang pro-Rusia berjalan di dekat sebuah gedung apartemen yang hancur di kota pelabuhan Mariupol, Ukraina selatan yang terkepung. 

POS KUPANG.COM -- Untuk pertama kalinya Rusia mengakai banyak pasukannya yang tewas di medan perang Ukraina

Para prajurit yang gugur bahkan yang masih muda dan belum menikah namun meninggalkanj kesesihan untuk suudara laki-laki dan perempuan

Pihak keluarga tentara Rusia menguburkan kerabatnya yang tewas di Ukraina. Upacara pemakaman dilakukan dengan salut senjata otomatis dan pita kuningan militer pada Jumat (8//2022).

Hal ini dilakukan sehari setelah Kremlin mengakui untuk pertama kalinya bahwa mereka kehilangan sejumlah besar pasukan.

Baca juga: Presiden Rusia Copot Komandan Perang Rusia di Ukraina, Pernah Pimpin Penyerangan di Suriah

Mengutip Reuters, Rusia mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina pada 24 Februari dalam apa yang disebutnya "operasi khusus".

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada hari Kamis bahwa kerugian itu adalah "tragedi besar bagi kami."

Mayat-mayat tergeletak di jalan di Bucha, barat laut Kyiv, di Ukraina pada 2 April 2022 setelah pasukan Rusia mundur dari kota itu.
Mayat-mayat tergeletak di jalan di Bucha, barat laut Kyiv, di Ukraina pada 2 April 2022 setelah pasukan Rusia mundur dari kota itu. (RONALDO SCHMIDT/AFP)

Di kota garnisun selatan Vladikavkaz, dekat pegunungan Kaukasus , kerabat berkumpul untuk pemakaman Vitaly Dyadyushko, salah satu dari dua tentara yang dimakamkan pada hari Jumat di pemakaman kota Vostochnoe.

Seorang wanita menangis dengan pakaian hitam sambil mencium wajah tentara, yang berbaring di peti mati terbuka, diapit oleh tentara berseragam memegang senapan.

Baca juga: 52 Orang Tewas dalam Serangan Roket Rusia di Stasiun Kereta Kramatorsk Ukraina

Seorang pendeta Ortodoks Rusia melambaikan dupa di atas peti mati.

Dyadyushko, yang berasal dari pemukiman terdekat Arkhonskaya, meninggalkan empat saudara perempuan dan seorang ibu, kata pemimpin lokal Alexander Kusey.

"Dia dari keluarga besar, dan dia satu-satunya tulang punggung keluarga. Saya tidak tahu bagaimana gadis-gadis itu tanpa dia sekarang, dia banyak membantu," katanya.

Dia menambahkan, "Dia belum menikah, dia tidak punya kesempatan, dia masih muda, sangat muda. Sayang sekali ketika yang muda meninggal sebelum waktunya."

Baca juga: Jelang Akhiri Perang, Rusia Malah Dianggap Berbahaya, Putin Bisa Gunakan Senjata Mematikan Ini

Saat peti mati diturunkan ke tanah, sebuah band kuningan militer memainkan lagu kebangsaan dan seorang penjaga kehormatan menembakkan hormat menggunakan senjata otomatis.

Tak lama setelah itu, pelayat berkumpul untuk pemakaman lain, yaitu Ruslan Kozayev yang berusia 41 tahun. Seorang wanita tua, menangis, dengan lembut menyentuh wajahnya.

Di tempat lain masih di area pemakaman yang sama, lebih dari 20 kuburan baru untuk tentara yang tewas di Ukraina terlihat.*

Artikel lain terkait Perang Rusia Ukraina

Baca Artikel lain KLIK di Pos Kupang.com

Sebagian artikel ini sudah tayang di Kontan.co.id berjudul: Kremlin Akui Kerugian Besar di Ukraina, Rusia Kuburkan Tentara Tewas 

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved