Berita TTS Hari Ini
Begini Penjelasan Supervisor SPBU di Desa Kesetnana Soe Terkait Harga Pertamax
penjualan pertamax 1 ton perhari. Hal ini tidak ada bedanya dengan keadaan sebelum harga pertamax naik.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adrianus Dini
POS-KUPANG.COM, SOE - Sejak awal sebelum dan sesudah kenaikan pertamax, situasi di SPBU 5485502 di Km 3, RT 8 RW 7, Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten TTS stabil.
Hal ini diungkapkan Defri Bansae, Supervisor SPBU 5485502 Soe kepada Pos Kupang di ruang kerjanya.
"Pertamax ini sudah mengalami kenaikan harga sejak 1 April 2022 dari harga 9000 rupiah menjadi 12.500 rupiah perliter. Meskipun demikian stok kita tetap stabil," terang Defri. Pantauan POS-KUPANG.COM, di SPBU ini berlangsung Kamis 7 Februari 2022.
"Yang saya perhatikan di SPBU ini, pemakai pertamax itu orang-orang tertentu. Mereka ini tetap memakai pertamax sekalipun ada kenaikan harga untuk jenis BBM ini. Barangkali mereka lebih nyaman memakai jenis pertamax," ungkapnya.
Baca juga: Kumpulan Surat Pendek Dalam Alquran, Bacaan Arab, Latin dan Artinya, Gampang Menghafalnya
Lanjut Defri, penjualan pertamax 1 ton perhari. Hal ini tidak ada bedanya dengan keadaan sebelum harga pertamax naik.
"Situasi setiap hari yang saya amati seperti ini. Tidak terlalu ramai juga tidak terlalu sepi. Di sini jarang terjadi antrian panjang untuk mengisi bahan bakar minyak," jelasnya.
Sejauh ini kata Defri, tidak ada keluhan dari Konsumen/pemakai pertalite atau pertamax, karena memang di sini situasinya tidak ramai juga tidak sepi. Sehingga mereka tidak harus mengantri saat hendak mengisi bahan bakar minyak.
Baca juga: Perang Rusia vs Ukraina: Lakukan Kekejaman Saat Invasi Bucha, Diplomat Rusia Diusir dari Eropa
"Terkait kenaikan harga pertamax juga saya tidak mendengar keluhan karena memang pemakai pertamax di sini tidak banyak. Orang-orang tertentu saja yang memakai pertamax," tambahnya.
"Stok bahan bakar minyak di SPBU 5485502 Soe bisa dibilang relatif stabil. Setiap hari ada 8000 Kilo Liter minyak yang masuk. Perhari pertamax habis terjual1 ton, pertalite 5 - 6 ton, solar sekitar 2 ton," ungkap Defri. (*)