Perang Rusia Ukraina
Rusia Akan Serang Wilayah Timur dan Selatan Ukraina, NATO Ingatkan Ada Kegerian Baru
NATO menyatakan Rusia sedang menyusun kembali pasukan untuk dikerahkan ke Ukraina timur dan selatan untuk serangan baru
POS-KUPANG.COM - NATO menyatakan Rusia sedang menyusun kembali pasukan untuk dikerahkan ke Ukraina timur dan selatan untuk serangan baru.
Dia mengatakan lebih banyak kengerian mungkin terungkap ketika pasukan Rusia terus mundur di wilayah utara Ukraina.
“Ketika mereka menarik pasukan dan pasukan Ukraina mengambil alih, saya khawatir akan ada lebih banyak kuburan massal," kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, Rabu 6 April 2022.
"Akan terlihat lebih banyak kekejaman dan lebih banyak contoh kejahatan perang,” tambahnya, seperti dilansir AFP.
Pejabat Ukraina mengatakan sedikitnya 410 warga sipil telah ditemukan di kota-kota sekitar Kiev yang direbut kembali dari pasukan Rusia dan sebuah ruang penyiksaan ditemukan di Bucha.

Baca juga: Perang Rusia vs Ukraina: Genosida di Ukraina, Barat Jatuhkan Sanksi Lebih Keras, Putin Penjahat
Presiden Ukraina, Volodmyr Zelenskyy mengatakan kepada Dewan Keamanan (DK) PBB, seluruh jenis kejahatan dilakukan pasukan Rusia di Bucha.
“Militer Rusia mencari dan dengan sengaja membunuh siapa pun yang melayani negara kami," ujarnya.
"Mereka menembak dan membunuh wanita di luar rumah ketika mencoba menelepon seseorang yang masih hidup," klaimnya.
"Mereka membunuh seluruh keluarga, orang dewasa dan anak-anak, dan mencoba membakar mayat-mayat itu,” katanya.
Dia menegaskan pasukan Rusia menggunakan tank untuk menghancurkan warga sipil sebagai kesenangan mereka.
Baca juga: Liga 2: Persipura Terjun ke Liga 2, Manajer Baru Mutiara Hitam Yan Mandenas: Kebangkitan Persipura
Pada Selasa (5/4/2022), polisi dan penyelidik lainnya berjalan di jalan-jalan yang sunyi di Bucha untuk mencatat mayat-mayat yang ditunjukkan penduduk.
Orang-orang yang selamat yang bersembunyi di rumah selama pendudukan Rusia selama sebulan di kota itu, banyak dari mereka berusia paruh baya.
Tim berjalan melewati tank-tank hangus dan kaca jendela bergerigi dengan kantong plastik makanan dan bantuan kemanusiaan lainnya.
Pekerja Palang Merah memeriksa rumah yang utuh.
Jurnalis Associated Press (AP) di kota itu telah menghitung lusinan mayat dengan pakaian sipil.