Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Lembata Hari Ini

Langit Jingga Film dan Upaya Merawat Kebudayaan di Lembata

Dia berharap Langit Jingga Film bisa terus eksis, melahirkan banyak ide kreatif dan ikut merawat kebudayaan di Lembata.

Tayang:
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RICARDUS WAWO
Langit Jingga Film menggelar kongres perdana di Aula Perpustakaan Daerah, Kota Lewoleba, Minggu, 2 April 2022. Kongres tersebut diharapkan bisa menjadi langkah maju komunitas tersebut berkarya di bumi Lembata. Dukungan supaya Langit Jingga Film tetap berkarya merawat kebudayaan di Lembata datang dari para undangan yang menghadiri kongres. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RICKO WAWO

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Langit Jingga Film menggelar kongres perdana di Aula Perpustakaan Daerah, Kota Lewoleba, Minggu, 2 April 2022. Kongres tersebut diharapkan bisa menjadi langkah maju komunitas tersebut berkarya di bumi Lembata.

Dukungan supaya Langit Jingga Film tetap berkarya merawat kebudayaan di Lembata datang dari para undangan yang menghadiri kongres.

Ketua LBH SIKAP Lembata Juprians Lamabelawa menganggap kongres itu merupakan  momentum bersejarah untuk tanah Lembata bahwa ada kelompok kreatif yang memiliki visi dan gagasan yang sama dan berkumpul dalam satu komunitas.

“Kelompok kreatif seperti ini di kota kota besar banyak tapi di kampung kita masih sangat jarang, apalagi Langit Jingga sudah ikuti tren kemajuan teknologi dan mendokumentasikan budaya melalui film,” pesan Lamabelawa.

Baca juga: PMKRI Cabang Kefamenanu Desak Bupati TTU Evaluasi Kinerja dan Copot Kepala BKDPSDM

Dia berharap Langit Jingga Film bisa terus eksis, melahirkan banyak ide kreatif dan ikut merawat kebudayaan di Lembata.

“Membangun itu mudah tapi merawat lebih susah,” ungkapnya.

Sekretaris AMA Lembata Natsir Tuantanah, juga mengapresiasi keberadaan Langit Jingga Film di Lembata yang mengusung spirit pelestarian budaya.

Baca juga: China Menggunakan Taktik Baru untuk Mempengaruhi Kaum Muda Taiwan

Menurut dia, budaya itu ibarat seorang ibu. Semua ilmu yang didapat di sekolah akan sia sia kalau di dalam diri tidak ada integritas kebudayaan.

Natsir menerangkan, AMA Lembata membuka diri, siap untuk berkolaborasi dan mendukung, bergerak bersama Langit Jingga Film jika dibutuhkan dalam karya dan semua upaya pelestarian budaya di Lembata.

“Selama langit masih biru, langit jingga tetap ada untuk selamanya,” katanya.

Sejumlah pegiat seni, aktivis, jurnalis dan pemerhati perempuan juga hadir dalam acara tersebut di antaranya seniman Yos Waleng, pemerhati perempuan Nurhayati Kasman, jurnalis TVRI Andri Atagoran, Ketua IKA Wanted, Gucek Making dan jurnalis Tribun Flores Ricko Blues.

Mereka berharap Langit Jingga Film bisa menjadi suluh bagi anak muda dalam upaya pemajuan dan pelestarian kebudayaan melalui karya seni.

Anggota Langit Jingga Film Abdul Gafur Sarabiti, berujar kongres perdana tersebut merupakan suatu langkah maju bagi komunitas karena membuktikan komitmen mereka dalam berkarya.  

Dia sangat berharap kongres perdana ini bisa menjadi momentum awal bagaimana inisiasi program-program kolaboratif mulai dikelola secara profesional.

“Langkah-langkah memajukan ekosistem film dan kebudayaan harapannya bisa lebih terukur dan tepat,” tandasnya. (*)

Berita Lembata Hari Ini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved