Tsunami Ancam Flores

Mengenang Gempa 1992 di Flores, Maria Katarina Tonge Menyampaikan Kesaksian

kejadian gempa dan tsunami membuatnya sempat panik saat terjadi sang suami sedang berada di Pelabuhan Maumere

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/EWAL GELI
Warga Sikka, Maria Katarina Tonge 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ewal Geli

POS-KUPANG.COM,  MAUMERE- Banyak kisah dan cerita serta kenangan warga Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, NTT saat gempa dan tsunami Desember 1992.

Kepanikkan, rasa takut, tangisan airmata dan upaya menyelamatkan diiri dari bahaya bencana masih dikenang dan jadi cerita hingga anak cucu.

Salah satu cerita terungkap dari Oma Maria Katarina Tonge, warga Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok ketika ditemui POS-KUPANG.COM, di kediamannya, Sabtu, 19 Maret 2022 sore.

Baca juga: Helm GP R Tech Street Mandalika Mulai Dilirik Warga Kota Kupang

Oma Maria masih mengingat jelas apa yang terjadi dan bagaimana ia melihat warga berlari ketakutan meninggal rumah ketika gempa.

Bahkan ia mendengar tangisan dan teriakan warga di sekitarnya.

Semua cerita terekam dan masih Oma Maria.

Baca juga: BMKG Siap Pasang Alat Deteksi Gempa dan Tsunami di Sikka

Oma Maria mengisahkan, ketika gempa ia sedang berada di rumah. Yang mana siang itu, ia sedang menenun. Tiba-tiba ia melihat batako rumahnya roboh.

Tidak lama pun ada teriakan warga kalau ada gempa.

“Saya lihat orang lari keluar dari rumah dan cari perlindungan. Ada yang lari sambil ajak tetangga cari tempat aman di Nangalimang. Saya sendiri sempat panik dan berlari mengamankan diri di sekitar rumah. Saya tetap bertahan di halaman rumah. Saya tetap tenang dan pasrah. Saya sempat bilang saya serahkan kepada Tuhan. Saya melihat semua ada yang lari dan menyelamatkan bersama keluarga,” kata Oma Maria.

Baca juga: Anies Baswedan dan AHY Saling Puji, Gubernur DKI dan Ketum Demokrat Siap Duet untuk Pilpres 2024?

Situasi saat itu, jelasnya, sungguh menegangkan dan penuh kepanikan. Namun ia tetap tidak meninggalkan rumahnya.

“Saya menyaksikan bagaimana kepanikan warga. Akan tetapi saya tetap tenang. Saya hanya berusaha jalan-jalan di dalam areal rumah,” papar Oma Maria.

Ia mengisahkan, kejadian gempa dan tsunami membuatnya sempat panik. Pasalnya, ketika terjadi sang suami sedang berada di Pelabuhan Maumere.

Baca juga: Zodiak Karier Keuangan 20 Maret 2022, 3 Zodiak Finansial Dipuncak, Taurus Libra Kekayaan Tak Terduga

“Saya sempat dengar banyak korban di pelabuhan. Saya mulai cemas karena siang itu suami saya juga berada di pelabuhan. Saya hanya pikir kalau ia juga jadi korban ternyata tidak. Suami saya sorenya pulang ke rumah. Saya sempat tanya tapi ia bilang saya sempat lari dan menghadap ke Patung Kristus Raja Maumere. Suami saya bilang ia juga pasrah dan serahkan semua kepada Tuhan,” papanrnya.(ewal)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved