Berita Malaka Hari Ini

Wabup Malaka, Kim Taolin Ajak Nakes Menekan Angka Stunting

Kerja serius dan profesional tentu bukan angka stunting yang ditekan tapi Kesehatan lingkungan masyarakat

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK PRIBADI
Wakil Bupati Malaka, Louise Lucky Taolin, S.Sos bersama pengurus Hakli Malaka dan Ketua Hakli Provinsi NTT, Mikhael di Hotel Cinta Damai, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Sabtu 12 Maret 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofry Laka

POS-KUPANG.COM, BETUN - Wakil Bupati Malaka, Louise Lucky Taolin S.Sos atau akrab dikenal Kim Taolin mengajak tenaga kesehatan (Nakes) untuk menekan angka stunting

"Dalam waktu dekat saya akan adakan pertemuan bersama 127 Kepala Desa di wilayah Kabupaten Malaka untuk mendukung nakes menekan angka stunting menjadi 16 persen," katanya kepada Pos Kupang di Betun, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Senin pagi 14 Maret 2022.

Dikatakan, wilayah Kabupaten Malaka sepengetahuannya menempati angka stunting 18,9 persen. 

Oleh karena itu, menurut dia, pemerintah akan bekerja keras mulai dari kader-kader yang tersebar di 127 Desa, dibantu oleh Dinas Kesehatan,  Kepala Desa dan pihak Camat di wilayah Kabupaten Malaka ini. 

Baca juga: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Malaka  77, 63 Persen

"Maka target yang diberikan Pak Gubernur NTT, Viktor Laiskodat kepadanya bahwa khusus Malaka tahun ini angka stunting harus turun menjadi 16 persen optimis mencapai target," ujar Wabup Kim Taolin yang hobi pacuan kuda ini.

Wabup Kim Taolin pun meminta kepada Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Kabupaten Malaka untuk bersama-sama menekan angka stunting di Malaka ini.

Hal itu disampaikan  Kim Taolin saat membuka acara Pengukuhan Pengurus Cabang Himpunan Ahli Kesehatan Cabang Kabupaten Malaka di Hotel Cinta Damai, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Sabtu 12 Maret 2022.

Baca juga: Kisah Penjual Buah Naga Merah di Malaka Hasilkan Sarjana

"Saya meminta agar Hakli bisa membentuk sanitasi setiap desa (sandes) di Kabupaten Malaka guna mencegah stunting," pesan Kim Taolin kepada pengurus baru Hakli Malaka ini.

Lanjut dia, saya akan meminta setiap desa agar berkolaborasi dengan Hakli untuk mencegah stunting. Kerja serius dan profesional tentu bukan angka stunting yang ditekan tapi Kesehatan lingkungan masyarakat lainnya ikut dicegah. 

"Saya juga meminta agar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Remigius Bria tidak boleh tidur atau lompat sana sini sehingga fokus memperhatikan masalah kesehatan masyarakat Malaka," tegasnya. 

Kita semua tidak boleh tidur untuk melihat problem pada kesehatan masyarakat Malaka ini. Kita pun harus bekerja secara kokoh dan bekerja keras untuk menekan angka stunting tersebut. 

Baca juga: Survei Laboratorium Suara Indonesia Golkar dan Airlangga Unggul di Pemilu 2024

"Semoga ini menjadi semangat solidaritas untuk benar-benar serius menekan angka stunting tersebut," tutup Kim Taolin. (*)

Berita Malaka Hari Ini

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved