Berita Undana Hari Ini

Rektor Undana : Hasil Penelitian Mengungkapkan Angkatan Kerja Pengangguran Didominasi Lulusan SMK

 Kendala lain yang dihadapi adalah lulusan-lulusan SMK ketika lulus memilih untuk pindah ke jalur akademik.

Editor: Edi Hayong
DOK-POS-KUPANG.COM
Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc, 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Hasil Penelitian membeberkan fakta bahwa angkatan kerja penganguran saat ini didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Pernyataan tersebut disampaikan Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc, saat membuka kegiatan project pelatihan bagi Guru SMK yang di Hotel Aston Kupang, Senin 7 Maret 2022.

Dikatakan, Hasil penelitian menunjukkan angkatan kerja penganguran saat ini didominasi lulusan SMK, menurutnya hal itu terjadi karena kualitas lulusan SMK tidak memenuhi atau tidak pararel dengan tuntutan dunia kerja di Indonesia. 

Baca juga: Mahasiswa Positif Covid, Rektor Undana Hentikan Kuliah Tatap Muka Satu Bulan

"Ada persoalan pada kurikulum, ada persoalan pada kompetensi guru, untuk itu kita dituntut untuk berusaha mencari solusi agar meningkatkan kualitas guru dalam hal ini guru SMK agar bisa menghasilkan lulusan SMK yang berkualitas, " ucap Maxs.

Maxs mengungkapkan, Kendala lain yang dihadapi adalah lulusan-lulusan SMK ketika lulus memilih untuk pindah ke jalur akademik.

"Padahal kita berharap bahwa siswa SMK ini adalah lulusan teknis yang siap bekerja dan memperkuat tenaga-tenaga teknis lainnya di Indonesia, ini menjadi tantangan kita sebagai guru maupun dosen, bagaimana memberikan kontribusi dalam mewujudkan mimpi Indonesia maju, " kata Rektor Undana ini.

Baca juga: Rektor Undana Keluarkan Kuliah Online Hingga Awal Maret 2022

Maxs mengatakan, ini merupakan suatu tantangan bagi para tenaga pendidik di tingkat SMK kedepan untuk tidak hanya sekedar memperbaiki atau meningkatkan kualitas siswa, tetapi juga menanamkan passion yang kuat kepada siswa  untuk mau bekerja di bidang-bidang teknisnya.

Sebab, Lanjut Maxs, dalam rangka mewujudkan Indonesia maju di tahun 2045, pemerintah menaruh harapan besar kepada kaum orang muda terlebih di dalam dunia pendidikan.

Dikatakan Maxs, Indonesia saat ini didominasi populasi penduduk produktif usia 15-60 tahun. Untuk itu menurutnya, pemerintah terus mendorong potensi angkatan kerja yang ada ini agar bisa dimaksimalkan menjadi suatu kekuatan bagi bangsa ini untuk bisa menikmati pembangunan.

Baca juga: Persoalan FISIP Undana, Pengamat Minta Rektorat Lebih Transparansi

Lebih lanjut dikatakan, apabila tenaga muda ini tidak dimanfaatkan dengan baik maka akan menjadi suatu bencana.

"Akan muncul lebih banyak lagi penganguran akibat rendahnya kompetensi dari lulusan pendidikan terkhusus SMK, " pungkasnya.(*)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved