Breaking News:

UNDANA

Persoalan FISIP Undana, Pengamat Minta Rektorat Lebih Transparansi

Dr. Marsel Robot, M.Si menjelaskan pergerakan yang dilakukan Fisip Undana merupakan kebuntuan dari aspirasi

Editor: Edi Hayong
DOK-POS-KUPANG.COM
Pengamat Pendidikan dari Undana Kupang, Dr. Marsel Robot, M.Si 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Persoalan yang terjadi di Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang diharapkan agar adanya transparansi dari pihak rektorat kepada civitas akademika kepada fakultas berkaitan.

Pengamat Pendidikan dari Undana Kupang, Dr. Marsel Robot, M.Si menjelaskan pergerakan yang dilakukan oleh Dosen dan Mahasiswa Fisip Undana merupakan kebuntuan dari aspirasi yang sebelumnya telah disampaikan.

"Menurut saya teman-teman dari Fisip juga punya hak untuk menyampaikan itu asalkan tidak ada tendensi politis," katanya, ketika dihubungi Kamis 24 Februari 2022.

Baca juga: FISIP Undana Miliki 116 Tenaga Dosen PNS dan Kontrak

Dia menyebut pergerakan tersebut pun akhirnya dijelaskan oleh pihak rektorat. Hal ini menunjukkan kampus yang demokratis dalam mersepon tiap dinamika yang berkembang. Ini juga sebagai kontrol sosial bersifat internal. Baginya itu wajar dan biasa saja.

Demonstrasi itu agar diketahui oleh pihak rektorat bahwa pada titik terbawa ada kebutuhan yang harus dipenuhi. Pada etika Rektor, menurut Dr. Marsel, sudah sangat baik menjelaskan persoalan itu. Namun, dia meminta agar tidak semua hal disertakan kepada Rektor yang baru sebab bisa saja kebijakan ini dari rektor sebelumnya.

"Sekarang urgensinya itu yang paling penting. Pelayanan dan kebutuhan mahasiswa itu harus dipenuhi," katanya.

Baca juga: Rektor Undana Sayangkan Aksi Demo Dekan dan Mahasiswa FISIP Undana Tanpa Koordinasi dan Komunikasi

Marsel menganalogikan, kampus diibaratkan pasar yang menyediakan jasa kepada para pembeli (mahasiswa). Ketika pembeli telah melakukan pembayaran, maka pedagang (kampus) harus melayaninya.

Untuk sementara, pihak rektorat hanya bisa menjelaskan apa adanya. Akan tetapi, Dr. Marsel meminta agar pihak rektorat juga bisa menyampaikan agar adanya transparansi. Itu juga sesuai dengan permintaan dari pihak Fisip.

"Yang mereka tanyakan adakah tranparansi penggunaan anggaran itu untuk pembangunannya. Sehingga mereka (fisip) paham, karena ini tidak dibangun. Tolong dijelaskan," jelasnya.

Baca juga: Ketua BEM FISIP Undana: Mahasiswa Butuh Ruang Kelas yang layak

Ketika tidak adanya penjelasan yang teansparansi, maka pihak dari Fisip kemudian menanyakan hal itu dengan cara yang agitatif yakni demonstrasi untuk mengontrol situasi yang dinilai tidak baik.

Dia menegaskan agar perlunya transparansi yang mesti disampaikan Rektorat Undana kepada civitas akademika di fisip Undana Kupang. (*)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved