Breaking News

Berita TTU Hari Ini

27 Kepala Keluarga di TTU Tidak Menerima Bantuan Pembangunan Rumah Korban Badai Seroja 

Pemerintah Provinsi NTT menyalurkan bantuan berupa seng, beras dan paku seng  kepada korban bencana Seroja kepada 200 kepala keluarga itu.

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
Kepala BPBD TTU, Yosefina Lake 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Yosefina Lake menjelaskan, Kabupaten Timor Tengah Utara mengajukan pembangunan rumah 227  kepala keluarga yang terdampak bencana.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap administrasi para penerima bantuan tersebut, sebanyak 200 kepala keluarga yang berhasil divalidasi dan mendapat bantuan pembangunan rumah layak huni. Sementara 27 kepala keluarga lainnya tidak menerima bantuan tersebut karena terkendala administrasi.

"Karena kalau 2, 3 kepala keluarga menggunakan satu kartu keluarga, berarti tidak bisa. Oleh karena itu, mereka yang 27 itu karena mereka menggunakan satu kartu keluarga," ungkapnya.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat PS Sonora Kefamenanu-TTU, Coach Mekos Berkisah

Seharusnya, ujar Yosefina, setiap kepala keluarga yang terdampak badai Siklon Tropis Seroja menggunakan masing-masing kartu keluarganya untuk kepentingan pengurusan administrasi agar bisa menerima bantuan tersebut.

Menurutnya, Pemerintah Republik Indonesia menyalurkan anggaran sebesar Rp. 5.010.000.000 kepada korban badai Siklon Tropis Seroja di Kabupaten Timor Tengah Utara.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi NTT menyalurkan bantuan berupa seng, beras dan paku seng  kepada korban bencana Seroja kepada 200 kepala keluarga itu.

Baca juga: DPRD Minta Mensos Beri Perhatian Serius Bagi Masyarakat TTU

Dikatakan Yosefina, saat ini BPBD TTU sedang memroses administrasi, melakukan validasi data dan pembuatan petunjuk teknis. 

Diperkirakan seluruh administrasi untuk pembangunan rumah layak huni bagi korban badai Siklon Tropis Seroja akan berakhir pada Bulan April 2022.

 Oleh karena itu, Yosefina meyakini bahwa, pada Bulan Mei mendatang pihak sudah bisa merealisasikan pembangunan rumah layak huni bagi korban bencana tersebut.

Baca juga: Mensos RI Berikan Bantuan Buat Korban Bencana Seroja di TTU

Lebih lanjut disampaikan Yosefina, perihal bantuan pembangunan rumah tidak layak huni dari Kemensos RI, tidak hanya diperuntukkan bagi korban bencana saja tetapi juga bagi masyarakat termarjinalkan yang berada di dekat PLBN Wini. (*)

Berita TTU Hari Ini

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved