Berita TTU Hari Ini
Mengenal Lebih Dekat PS Sonora Kefamenanu-TTU, Coach Mekos Berkisah
Paduan suara yang sebelumnya dikenal dengan SPC ini sempat vakum beberapa waktu pasca Pandemi Covid-19
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - "Qui Bene Cantat, Bis Orat" (Ia yang bernyanyi dengan baik sama dengan berdoa dua kali). Ungkapan yang pertama kali diutarakan oleh Santo Agustinus dari Hippo ini bisa menjadi salah satu ungkapan motivasi bagi sebuah komunitas paduan suara di Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi NTT.
Komunitas paduan suara yang diberi nama Sonora Choir ini beranggotakan mahasiswa-mahasiswi Universitas Timor dan beberapa Orang Muda Katolik yang memiliki ketertarikan di bidang tarik suara dan kepedulian terhadap kesenjangan keterlibatan pemuda-pemudi Katolik dalam kegiatan Gereja.
Baca juga: DPRD dan Pemda TTU Dukung Pengembangan Demplot Garam dan Pembangunan PLTBm di Ponu
Coach (pelatih) Sonora Choir, Melkianus Ronaldo Amsikan saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Sabtu 5 Maret 2022 mengisahkan, Sonora Choir adalah sebuah komunitas paduan suara yang sebelumnya dikenal dengan nama SPC (Saint Paul Choir) yang mana berdiri sejak tahun 2012 lalu.
Paduan suara yang sebelumnya dikenal dengan SPC ini sempat vakum beberapa waktu pasca Pandemi Covid-19 merebak di seluruh dunia Khususnya di Kabupaten TTU.
Baca juga: Begini Kronologis Tim Buser Polres Kupang Ringkus Komplotan Pencuri Ternak Kambing di Sulamu
Pada tahun 2021, ujar Pria yang akrab disapa Mekos ini bahwa, SPC kemudian diperbaharui namanya menjadi Sonora Choir.
Lulusan Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira Kupang ini menerangkan, dirinya mengadopsi nama Sonora dari nama paduan suara Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) Seminari Lalian Atambua yakni; Sonora Immaculata. Sonora berasal dari bahasa Italia yang artinya suara.
Baca juga: Inspektorat Malaka Bocorkan Temuan Dana Desa dan Sekolah Sebesar 1,7 Miliar di Rinhat
Sebagai seorang mantan seminarian, Mekos terpanggil mengabdikan diri untuk membimbing para mahasiswa dan orang muda dalam hal tarik suara.
Bagi Mekos, dirinya lebih tertarik untuk melatih lagu-lagu dalam bahasa latin. Hal ini disebabkan oleh umat Katolik di Kabupaten TTU yang kurang meminati lagu-lagu berbahasa latin. Di sisi lain, Ia berniat melatih lagu-lagu berbahasa latin ini, demi menghidupi kembali tradisi Gereja latin dalam nyanyian-nyanyian liturgi.
Baca juga: Update Covid-19 di Kota Kupang, 422 Sembuh, Dua Meninggal
Sonora Choir merupakan salah satu wadah bagi orang muda untuk mengekspresikan bakat serta skill mereka masing-masing. Selain skill, para anggota paduan suara, ujar Mekos, dilatih untuk disiplin waktu serta didorong untuk melakukan kegiatan positif di luar kampus.
Tidak hanya itu, mereka juga melakukan kegiatan-kegiatan rohani lainnya seperti, rekreasi rohani, tanggungan koor di Gereja dan ambil bagian dalam kegiatan sosial masyarakat.
Baca juga: Pembangunan Huntap Korban Seroja di NTT Rampung Maret 2022
"Kami ingin memberikan contoh kepada orang muda menghidupi semangat OMK untuk terlibat dalam kegiatan di Gereja," pungkas pria berparas tampan ini.
Sementara Ketua Sonora Choir, Yohanes C. Naimau atau yang biasa disapa Abey mengaku bahagia menjadi bagian dari kelompok paduan suara ini. Banyak ilmu di luar kampus yang dipetik dari komunitas ini. Ia mengakui bahwa, hampir sebagian anggota paduan suara di Kampus adalah anggota Sonora Choir.
Baca juga: Kasus Pembuangan Bayi di Liliba, Polsek Oebobo Polres Kupang Kota Proses Dua Laporan
Perihal aktivitas latihan tersebut, Abey menerangkan, mereka mendapat dukungan penuh dari para orangtua yang berdomisili di BTN. Demi mendukung berjalannya aktivitas di komunitas paduan suara ini, setiap anggota diwajibkan membayar iuran Rp. 5000 perbulannya.
Dikatakan Abey, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini, paduan suara ini tetap memegang teguh amanah yang disampaikan P. Jose Alexander Fatu Nitsac, OFM Conv dalam khotbah pengukuhan yang berbunyi; "Jadilah Pewarta Sabda Tuhan Yang Setia Dengan Memuji Dan Memuliakan Tuhan Dalam Lagu Nan-Indah".
Baca juga: Jaksa Eksekutor Kejati NTT Eksekusi Putusan Kasasi MA Terhadap Terdakwa Veronika Syukur