Berita Belu Bersinar

 Pemerintah Tingkatkan Peran OPD Atasi Stunting di Belu

Pemerintah Kabupaten Belu terus berupaya menekan stunting dengan meningkatkan peran aktif organisasi perangkat daerah (OPD) dan stakeholder.

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
istimewa
Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp. PD 

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG. COM, ATAMBUA - Pemerintah Kabupaten Belu terus berupaya menekan stunting dengan meningkatkan peran aktif organisasi perangkat daerah (OPD) dan stakeholder. 

Pemkab Belu sudah membentuk Tim Koordinasi Penurunan Stunting Terintegrasi dan Publikasi Data Stunting Tingkat Kabupaten Belu. Tim tersebut melibatkan OPD teknis, LSM dan tokoh agama dan tokoh masyarakat. 

Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp. PD kepada wartawan, Sabtu 5 Maret 2022 mengatakan, berbagai strategi penanganan terus dilakukan pemerintah dengan harapan angka stunting menurun dari waktu ke waktu. 

Lanjut Bupati, untuk menekan persoalan stunting dibutuhkan intervensi kolaboratif baik dari OPD, LSM maupun masyarakat dengan caranya masing-masing. 

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Pemerintah Larang Pesta 

Dinas teknis seperti Dinas Kesehatan, PMD, perlu intervensi lewat program yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Kemudian mendorong pemerintah desa agar program pembangunan desa harus memperhatikan bidang kesehatan. Hal ini sejalan dengan amanat undang-undang tentang desa.

Bupati Agus Taolin juga mengharapkan kader pembangunan manusia bekerja serius demi mewujudkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Terutama ibu hamil, ibu menyusui serta bayi dan balita. 

Kepastian layanan kesehatan terhadap kelompok tersebut dapat menekan angka stunting di Kabupaten Belu. 

Terpisah, Kepala Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Markus Y. Taus mengatakan, pemerintah desa melakukan intervensi masalah stunting lewat program pemberian makanan tambahan (PMT). 

Sasaran program ini adalah ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita. Setiap tahun pemerintah mengalokasikan anggaran untuk program PMT dengan nilai bervariasi. 

Selain itu, masyarakat diminta untuk menjaga asupan gizi keluarga dengan cara menanam sayur, beternak ayam. 

Menurut Markus, sebelum COVID-19 melanda negeri ini, pemerintah desa mengalokasikan anggaran hingga ratusan juta namun karena covid-19 anggaran dikurangi tapi wajib dialokasikan setiap tahun. 

Untuk diketahui, data stunting  di Kabupaten Belu tahun 2021 berada di posisi 17,9 persen. (jen).

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved