Berita Nagekeo Hari Ini
Bahas Masalah Waduk Lambo, Kapolres Nagekeo Gelar Pertemuan dengan Masyarakat Labolewa
ketidakpuasan mereka atas giat pengukuran yang dilakukan oleh BPN Nagekeo dimana pada saat identifikasi pengukuran lahan masyarakat
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi
POS-KUPANG.COM, MBAY - Kapolres Nagekeo, AKBP. Yudha Pranata, SIK, SH menggelar pertemuan dan diskusi bersama dengan masyarakat Desa Labolewa di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.
Pertemuan yang membahas khusus soal pembangunan waduk Lambo tersebut dilaksanakan di Aula Mapolres Nagekeo pada, Selasa 1 Maret 2022.
Hadir mendampingi Kapolres Nagekeo yakni Kasat Intelkam Polres Nagekeo AKP. Serfolus Tegu, perwakilan penyedia jasa, Kepala Desa Labolewa, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.
Baca juga: Ayah Dipenjara, Istri dan Anak Sakit, Begini Kondisi Terkini Keluarga Ahmad Aco di Nagekeo
Dalam pertemuan tersebut Kapolres Nagekeo AKBP Yudha Pranata menyampaikan beberapa point penting mengenai hak-hak atas tanah ulayat dan pembahasan soal luas dan batasan dari tanah yang terkena dampak.
Menurutnya, Kehadiran Polri dalam proyek strategis nasional tersebut untuk menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat.
Untuk itu, Polres Nagekeo juga akan mendukung dan mengawal setiap aspirasi masyarakat yang terkena dampak pembangunan Bendungan Mbay/Lambo.
Baca juga: Siap Bertanding di Kejuaraan Popda V NTT, 13 Atlet Taekwondo Asal Nagekeo Target Menang
Pada pertemuan itu, Kapolres Yudha juga mempersilahkan bagi perwakilan dari penyedia Jasa PT. Waskita dan PT Brantas supaya menjawab serta memberikan solusi apa yang menjadi permasalahan di ruang lingkup masyarakat adat yang hadir.
Dan pihak perwakilan juga memohon dukungan masyarakat supaya kegiatan proyek strategis nasional ini bisa berjalan dengan aman dan lancar.
Sementara itu, terkait dengan permasalahan pengukuran ulang tahan yang menjadi lokasi proyek supaya masyarakat berkordinasi dengan pihak BPN Kabupaten Nagekeo.
Baca juga: Kapolres Nagekeo Silaturahmi Ke Rumah Adat Suku Ebudai, Ini yang Dibahas
Dalam pertemuan tersebut masyarakat juga menyampaikan ketidakpuasan mereka atas giat pengukuran yang dilakukan oleh BPN Nagekeo dimana pada saat identifikasi pengukuran lahan masyarakat tidak dilibatkan.
Perwakilan masyarakat juga meminta kepada BPN Nagekeo untuk melakukan pengukaran ulang yang melibatkan masyarakat yang mana lahannya terkena dampak serta meminta kejelasan luas dari pembangunan bendungan Mbay/Lambo karena luas keseluruhan selalu berubah-ubah.
Kapolres Yudha menambahkan agar permasalahan yang terjadi di dalam internal suku Ebu Dai supaya dapat diselesaikan dengan baik dan dirinya siap membantu setiap aspirasi dari masyarakat.
Baca juga: Gerindra Nagekeo Dukung Don-Marianus Jilid II, Begini Tanggapan Marianus Waja
Terkait permintaan pengukuran ulang, Kapolres Yudha berjanji akan berkoordinasi dengan pihak BPN Kabupaten Nagekeo.
"Kalau berkaitan dengan luas area Bendungan Lambo yang berubah - ubah suku Ebu Dai sepakat dengan luas ±617 ha," ujarnya.
Terpantau pertemuan tersebut berjalan dengan aman, baik dan lancar serta mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. (*)