Berita Nagekeo Hari Ini

Gerindra Nagekeo Dukung Don-Marianus Jilid II, Begini Tanggapan Marianus Waja

DPC Partai Gerindra Kabupaten Nagekeo kembali mengusung pasangan Johanes Don Bosco Do dan Marianus Waja ( Don-Marianus)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, MBAY--DPC Partai Gerindra Kabupaten Nagekeo kembali mengusung pasangan Johanes Don Bosco Do dan Marianus Waja ( Don-Marianus) sebagai calon bupati dan calon wakil bupati pada pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Nagekeo 2024 mendatang.

Bukan tanpa alasan partai besutan Prabowo Subianto itu kembali mengusung pasangan incumbent tersebut untuk maju dalam pilkada 2024 mendatang.

Salah satu alasan sehingga Gerindra mengusung pasangan tersebut karena pasangan tersebut dinilai telah melakukan banyak hal untuk pembangunan di Kabupaten Nagekeo.

Atas keputusan Partai Gerindra tersebut, Marianus Waja yang saat ini menjabat sebagai wakil bupati aktif Nagekeo pun memberikan tanggapannya.

Baca juga: Desa Natatoto di Kabupaten Nagekeo Gelar Musyawarah Penetapan BLT

"Ini soal kesetiaan, antara dua orang demi kepentingan rakyat," ujar Marianus kepada media ini beberapa waktu yang lalu.

Marianus mengatakan, ketika pasangan tersebut pecah, maka jalannya roda pemerintahan dibawa kepemimpinan Don-Marianus tidak efektif dalam merealisasikan visi misi dan program kerja mereka.

"Lebih baik satu ini sudah memiliki perencanaan yang sama, visi yang sama, dan program yang sama. Jadi lanjutkan saja. Tapi kalau pecah, membuat semua menjadi tidak teratur. Dan kesetiaan menjadi penting," ujarnya.

Marianus menegaskan, jika nantinya ia diperintahkan oleh partai maka dia akan siap untuk menjalankan perintah partai tersebut sebagaimana dulu ia juga diperintahkan oleh partai.

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 di Kabupaten Nagekeo Kembali Bergerak Naik

"Sehingga, saya ikut saja, seperti dulu saya diperintah, saya ikut saja. Artinya ketika diperintah oleh partai nah partai ini kan representatif dari masyarakat. Berarti masyarakat perintah saya, jadi kita ikut saja. Dan ketika masyarakat perintah berarti mereka percaya," pungkasnya. (*)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved