Berita Pemprov Hari Ini

Wakil Gubernur NTT Instruksikan Bersihkan Saluran Drainase Cegah Banjir

Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Banjir terjadi di depan kampus Oemathonis Kota Kupang. Rabu 23 Februari 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Josef Nae Soi menginstruksikan agar dilakukan pembersihan terhadap saluran drainase dalam upaya mencegah luapan banjir merembes masuk ke rumah warga atau meluap hingga ke fasilitas publik.

Dia mengaku, pada Rabu 23 Februari 2022 juga telah melakukan peninjauan dibeberapa titik di Kota Kupang pasca hujan dengan intensitas lebat berlangsung sepanjang hari.

"Mudah-mudahan besok kita sudah bisa selesaikan got-got yang mampet itu," katanya.

Dia juga meminta para Kepala Daerah di Kabupaten/Kota untuk memastikan saluran drainase tetap lancar tanpa tersumbat. Selain itu, masyarakat dan semua pihak diharapkan agar tidak membuang sampah disembarang tempat.

Baca juga: Perlu Regulasi Melindungi Publik dari Ekses Negatif  Media

Sementara itu, berdasarkan analisis dinamika atmosfir pada hari ini, Rabu 23 Februari 2022 terpantau adanya
pola sirkulasi siklonik atau pusaran angin yang terbentuk di Laut Timor sebelah selatan NTT.

Kepala Stasiun Meteorologi Klas II El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi, juga mengeluarkan peringatan dini cuaca hingga 26 Februari mendatang.

Dalam keterangannya ia menyebut waspada potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

Baca juga: Begini Penjelasan Lengkap BMKG Soal Pola Sirkulasi Angin dan Dampaknya di Perairan NTT

Kemudian waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di Belu, Malaka, TTU, TTS, Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Rote, Sabu, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Flores Timur, Lembata dan Alor.

"Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi," imbaunya.

Masyarakat perlu menghindari daerah rentan bencana seperti lembah sungai, lereng yang rawan longsor, daerah bertopografi curam atau bergunung atau tebing pada saat terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang terjadi dalam durasi yang panjang.

Baca juga: Ketua MUI NTT  Bilang Uskup Mgr. Petrus Turang Sosok Pemimpin Humanis

Ia menjelaskan, beberapa kondisi atmosfer yang saat ini cukup mendukung dalam peningkatan sistem ini antara
lain aktifnya fenomena gelombang atmosfer yaitu MJO, Gelombang Kelvin, serta Gelombang ER (Equatorial Rosby) dan didukung dengan kondisi kelembaban udara yang signifikan di setiap lapisan atmosfer.

Berdasarkan data model prediksi BMKG menunjukkan bahwa pergerakan sistem sirkulasinya menuju ke arah selatan hingga barat daya dan menjauhi wilayah Indonesia.

Potensi sistem sirkulasi tersebut untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam periode 24 jam ke depan masih berada dalam kategori rendah dan untuk 72 jam ke depan menunjukkan potensi semakin menguat, dapat menjadi siklon tropis.(*)

Berita Pemprov Hari Ini

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved