Berita Manggarai Timur

Prihatin Dua Perempuan Penderita ODGJ dan Stroke di Matim Tinggal di Gubuk Tanpa Listrik

Keduanya tinggal bersama dengan Vincen Naur (28) anak dari Anastasia dibawa gubuk yang reyot berukuran 5x4 meter.

Penulis: Robert Ropo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-MASYARAKAT
Anastasia Sedis (kiri) Penderita ODGJ dan Adiknya Maria Jemida Penderita Stroke. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG - Sangat Prihatin atas kehidupan kedua perompuan yaitu Anastasia Sedis (45) dan adiknya Maria Jemida (43), warga kampung Lemo, Desa Mokel, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kurang lebih 20 tahun, Anastasia Sedis yang berstatus janda menderita Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan adiknya Maria Jemida menderita penyakit stroke. Anggota tubuh bagian kanan Maria sudah tak bisa bergerak lagi.

Dengan kondisi itu membuat mereka berdua tidak bisa melakukan aktifitas apapun dan hanya tinggal di dalam rumah. Keadaan Anastasia dan adiknya Maria, sehari-hari makin memprihatinkan lantaran mereka hanya bisa hidup sebatang kara. 

Baca juga: Kakan BPN Manggarai Timur Tegaskan Urus Sertifikat Tanah Melalui PNBP Tidak Boleh Gunakan Calo

Suami dari Anastasia dan Maria sudah lama pergi meninggalkan mereka berdua. 

Keduanya tinggal bersama dengan Vincen Naur (28) anak dari Anastasia dibawa gubuk yang reyot berukuran 5x4 meter.

Kondisi lantai semen yang mulai terkupas akibat termakan usia, dinding rumah dari pelupu bambu yang rusak dan berlubang-lubang.

Serba memiliki keterbatasan ekonomi,  terpaksa Anastasia bersama adiknya Maria rela tidur dengan beralaskan tikar dan karung yang sudah robek dan bantal yang menjadi alas kepala pun hampir tak layak digunakan lagi.

Baca juga: Dinas Dukcapil Manggarai Timur Catat 3 Pasutri Cerai di Tahun 2021

Yang lebih memprihatinkan lagi, di gubuk yang mereka tinggal ini masih menggunakan penerangan alami, hanya mengandalkan lampu pelita karena belum ada penerangan listrik dari PT PLN dan juga tidak memiliki mandi cuci kakus (MCK).

Di gubuk ini Anastasia dan adiknya Maria menikmati hidupnya dengan penuh menderita. Anak Vincen Naur hanya bisa memberikan makan dan minum seadanya dari hasil jeri lelahnya.

Vincen Naur, kepada Wartawan, Kamis 24 Frebuari 2022, mengaku mamanya Anastasia dan mama kecilnya Maria  sejak menderita penyakit ODGJ dan Stroke.

Ia tidak pernah membawa mereka berdua untuk berobat di rumah sakit. Lantaran hidup mereka hanya pas-pasan.

"Saya sebagi anaknya sangat tidak mampu untuk berobat mama dan mama kecil saya ke rumah sakit karena saya tidak punya uang. Padahal saya punya niat untuk bawa mereka berobat"tutur Vincen.

Vincen mengaku, dirinya tidak bisa berbuat banyak selain memberi makan dan minum seadanya kepada kedua orang tuanya itu. 

Dikatakan Vincen, ia pasrah dan sedih dengan kondisi kedua orangtuanya. 

"Pak hati saya sangat sedih untuk menceritakan kondisi mereka berdua. Ini sudah menjadi beban dan kenyataan hidup saya. Saya hanya bisa berdoa semoga Tuhan bisa menyembuhkan penyakit mereka berdua,"ungkap Vincen dengan nada sedih.

Vincen hanya bisa berharap, semoga ibunya dan mama kecilnya itu bisa mendapatkan bantuan dan perhatian khusus dari pihak pemerintah dan juga orang-orang baik agar ibunya dan mama kecilnya bisa berobat dan mendapatkan bantuan-bantuan lain.

"Doa saya semoga Tuhan memberikan kesembuhan kepada kedua orang tua saya ini. Saya juga berharap agar mama dan mama kecil saya ini mendapat perhatian dari pemerintah dan orang-orang baik yang punya ukuran kasih,"ungkap Vincen. (*)

Berita Manggarai Timur Hari Ini

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved