Berita Kupang Hari Ini

Ketua BEM FISIP Undana: Mahasiswa Butuh Ruang Kelas yang layak

Sudah lama kami dari FISIP Undana merasa seperti dianaktirikan. Yang namanya mahasiswa pasti mau belajar secara nyaman di ruang kelas yang layak

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ADRIANUS DINI
Ketua BEM FISIP UNDANA, Aldi Baitanu 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adrianus Dini

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Sudah lama kami dari FISIP Undana merasa seperti dianaktirikan. Yang namanya mahasiswa pasti mau belajar secara nyaman di ruang kelas yang layak.

Untuk FISIP masih ada dua prodi (ilmu politik dan ilmu komunikasi) yang belum memiliki ruangan yang tetap untuk melakukan proses belajar mengajar," ujar Aldi Baitanu, ketua BEM FISIP Undana.

"Keadaan ini sudah dialami mahasiswa sejak awal berdirinya FISIP Undana. Sudah sekitar 12 tahun mahasiswa dari prodi ini berpindah-pindah tempat untuk melakukan kegiatan belajar mengajar. Dan untuk sekarang mereka (prodi ilmu politik dan ilmu komunikasi) melangsungkan perkuliahan di lantai 2 perpustakaan Undana," jelas Aldi.

"Saya mengerti betul kondisi bangunan lantai 2 perpustakaan itu seperti apa. Kalau mau ditanyakan soal nyaman atau tidak nyaman sudah pasti tidak nyaman," jelas mahasiswa prodi Sosiologi Fisip Undana ini," terangnya.

Baca juga: Dipol FISIP Undana Kupang Gelar Survei Kinerja Pemkot Kupang Terkait Dinamika Jelang Pemilu 2024

"Kondisi ruang kelas (lantai 2 perpustakaan) itu sudah tua. Banyak plafon yang sudah terlepas. Kalau perkuliahan berlangsung di siang hari, udaranya sangat panas. Beberapa fasilitas kelas juga sudah tidak layak. Misalnya White Board yang dimuat di atas kursi mahasiswa," katanya.

"Berhadapan dengan keadaan di ruang kelas yang panas tentu tidak akan nyaman bagi mahasiswa untuk melangsungkan kegiatan perkuliahan," ketus Aldi.

"Tindakan demonstrasi kemarin sebetulnya sebagai pernyataan sikap kami yang ingin mendapatkan tempat perkuliahan yang layak. Dalam hal ini ruangan kelas yang tetap bagi dua Prodi tadi," katanya.

"Kami sudah membayar semua tuntutan keuangan dari pihak kampus, karena itu kami berhak mendapatkan pelayanan dan fasilitas yang memadai dari pihak kampus, agar kami bisa melangsungkan kegiatan perkulihan secara nyaman," tutur Aldi.

Baca juga: Rektor Undana Minta Civitas Akademika FISIP Agar Bersabar

"Saya secara pribadi berharap agar Undana tetap memperhatikan pembangunan gedung perkuliahan bagi dua prodi ini," harapnya.

Tuntutan Civitas Akademika FISIP Undana dalam demonstrasi 17 Februari 2022 kemarin di antaranya, Menuntut:

1. Rektor Undana untuk memenuhi HAK Mahasiswa mendapatkan fasilitas dan lingkungan perkuliahan yang layak dan kondusif yang seimbang dengan kewajiban uang kuliah tunggal yang telah dipenuhi oleh mahasiswa;

2. Rektor Undana untuk menyelesaikan proses pembangunan Gedung Program Studi Ilmu Politik dan Komunikasi FISIP Undana pada tahun 2022 sesuai dengan komitmen dan perencanaan yang telah dibuat;

3. Menuntut transparansi dan audit keuangan dalam proses pembangunan infrastruktur Gedung Program Studi Ilmu Politik dan Komunikasi FISIP;

4. Mencopot/mengganti Kepala Unit Kegiatan Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Undana yang telah mementahkan keputusan Rektor Undana menuntaskan pembangunan Gedung Program Studi Ilmu Politik dan Komunikasi FISIP Undana dalam tahun 2022;

5. Rektor Undana menyediakan waktu khusus dalam 3x24 jam untuk berdialog dengan perwakilan civitas akademika FISIP Undana;

6. Apabila poin-poin tuntutan dalam pernyataan sikap ini tidak dipenuhi, maka kami (Civitas Akademika FISIP Undana) akan mengambil langkah-langkah yang dipandang perlu dalam memenuhi hak mahasiswa dalam kepentingan menciptakan lingkungan akademik kampus yang layak dan kondusif. (*)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved