Berita Kupang Hari Ini
JEC Dekatkan Masyarakat Bali dengan Layanan Kesehatan Mata Berstandar Internasional
Klinik Utama Mata JEC Bali mendekatkan layanan kesehatan mata dengan masyarakat Bali dengan layanan berstandar internasional
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Klinik Utama Mata JEC Bali mendekatkan layanan kesehatan mata dengan masyarakat Bali dan sekitarnya dengan layanan berstandar internasional, Selasa 22/02/2022.
Eye care leader di Indonesia, JEC Eye Hospitals & Clinics, secara resmi membuka operasional klinik terbarunya, Klinik Utama Mata JEC-Bali, Denpasar.
Rangkaian grand opening Klinik Utama Mata JEC-Bali @ Denpasar dimulai dengan pelaksanaan kegiatan pemeriksaan mata, pemberian kacamata dan tindakan operasi katarak secara gratis. Secara keseluruhan, bakti sosial yang berlangsung pada 13 - 16 Februari 2022 ini melibatkan lebih dari 200 penerima dari kalangan yang membutuhkan. Selain itu, untuk mengedukasi masyarakat mmengenai kesehatan mata, JEC-Bali @ Denpasar juga akan menggelar webinar bagi para tenaga kesehatan, termasuk dokter umum maupun dokter spesialis mata, serta kalangan umum.
Acara pembukaan dihadiri oleh Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, S.E., Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE., MM, Presiden Direktur JEC Eye Hospital & Clinics, dr. Johan Hutauruk, Sp.M(K), Direktur PT JEC Bali Vision, dr. Cokorda Istri Dewiyani P., Sp.M(K) dan Kepala Klinik Utama Mata JEC-BALI @ Denpasar, Dr. Luh Putu Intan Kartika Chandra Dewi, M.Biomed, SpM.
Baca juga: Manfaat Jambu Biji, Khasiat Jambu Biji Bisa Mencegah Kolesterol Hingga Menjaga Kesehatan Mata
Hadirnya JEC-Bali di Denpasar semakin mendekatkan masyarakat Bali ke sentra kesehatan mata terdepan yang diperkuat 15 dokter spesialis mata, serta layanan dan fasilitas modern berteknologi mutakhir. Sentra kesehatan mata terbaru ini menargetkan 10.000 kunjungan pasien sepanjang 2022.
Terdiri atas gedung dua lantai berluas 320 meter persegi, JEC-Bali Denpasar memudahkan berbagai kalangan untuk mengakses layanan kesehatan mata berstandar internasional tanpa perlu keluar pulau, apalagi ke luar negeri. Tak hanya bagi masyarakat Bali, tetapi juga para pengunjung/wisatawan baik domestik maupun mancanegara, serta mereka yang tinggal di kawasan Indonesia Timur bagian selatan terutama di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Kondisi kesehatan mata di Bali masih menjadi fokus perhatian. Laporan InfoDATIN, Kementerian Kesehatan: "Situasi Gangguan Penglihatan" (2018) memperlihatkan bahwa persentase kebutaan karena katarak di Bali mencapai 78,0%. Lebih tinggi dari rata-rata nasional: 77,7%. Bahkan, 26,8% pasien katarak di Bali tidak sadar bahwa mereka menderita gangguan penglihatan ini. Mereka juga tidak tahu bahwa katarak bisa disembuhkan. Juga, berdasarkan Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB 2014-2016) - termuat dalam laporan yang sama, menyebut prevalensi kebutaan pada penduduk usia 50 tahun ke atas di Bali mencapai 2,0% (sedikit di bawah rata-rata nasional 3,0%).
Baca juga: 6 Tips Aman Bermain Ponsel Agar Kesehatan Mata Tetap Terjaga
Kepala Klinik Utama Mata JEC-BALI @ Denpasar, Dr. Luh Putu Intan Kartika Chandra Dewi, M.Biomed, SpM mengatakan, kembali meningkatnya kasus corona aktif di tanah air, termasuk Bali, tentu menjadi keprihatinan dan kewaspadaan bersama.
"Bersamaan itu, situasi kesehatan mata di Bali harus terus berkembang menuju arah yang lebih baik. Karenanya, Klinik Utama Mata JEC-Bali @ Denpasar siap mendukung peningkatan kualitas kesehatan mata masyarakat Bali dan sekitarnya dengan layanan yang profesional dan modern, serta tegas mengedepankan penerapan protokol kesehatan COVID-19," kata dia.
Di seluruh cabangnya, termasuk Klinik Utama Mata JEC-Bali @ Denpasar, JEC ketat menjalankan protokol kesehatan sesuai imbauan pemerintah, seperti skrining melalui aplikasi PeduliLindungi, pemeriksaan suhu kepada seluruh individu yang datang baik jajaran dokter, tim medis, karyawan, serta pasien dan keluarga pengantarnya, peningkatan frekuensi pembersihan fasilitas gedung secara lebih intensif, juga penyediaan cairan hand sanitizer dan masker. Di ruang periksa, JEC juga menambahkan shield pembatas antara dokter dengan pasien guna menambah proteksi.
Sebagai bagian dari jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics, Klinik Utama Mata JEC-Bali @ Denpasar menawarkan penanganan gangguan penglihatan secara komprehensif, mulai dari Matarak dan Bedah Refraktif, Vitreoretina, Glaukoma, Mata Anak, Okuloplasti dan Rekonstruksi, Lensa kontak hingga Low Vision.
Cabang klinik utama mata kesembilan dari JEC Eye Hospitals and Clinics ini juga telah menerapkan e-medical record (e-MR) berupa sistem informasi terintegrasi nan aman, yang memberikan kemudahan akses terhadap rekam medis pasien secara online. Ini memungkinkan pasien untuk berkonsultasi dan meneruskan perawatan secara berkelanjutan di JEC cabang manapun.
Direktur PT JEC Bali Vision, dr. Cokorda Istri Dewiyani P., Sp.M(K) menjelaskan, bukan hanya kekuatan sumber daya manusia yang mumpuni, JEC-Bali @ Denpasar juga menghadirkan teknologi kesehatan mata yang komprehensif dan mutakhir, serta didukung jejaring kuat JEC Eye Hospitals & Clinics di dalam negeri maupun global.
"Harapan kami, JEC-Bali @ Denpasar turut berperan menguatkan posisi Bali sebagai tujuan wisata dunia yang tidak cuma memiliki keindahan alam dan budaya saja. Namun, juga sebagai destinasi yang semakin nyaman karena didukung sarana kesehatan mata berkualitas dan tepercaya," ujarnya.
Klinik Mata Utama JEC-Bali @ Denpasar dioperasikan sesuai standardisasi kualitas layanan kesehatan mata yang mengacu pada ASEAN Association of Eye Hospital (AAEH) dan World Association of Eye Hospital (WAEH).