Berita Kupang Hari Ini
Pabrik Tahu GTT Trobu Subur Naibonat Sehari Hanya Habiskan 100 Kg Kacang Kedelai
Sejak pandemi Covid-19 pabrik tahu GTT Trobu Subur Naibonat hanya mengolah 100 kilogram kedelai menjadi tahu dan tempe
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen
POS-KUPANG.COM, OELAMASI- Sejak pandemi Covid-19 pabrik tahu GTT Trobu Subur Naibonat hanya mengolah 100 kilogram kedelai menjadi tahu dan tempe.
Hal itu berbeda jauh sebelum pandemi mereka bisa menghabiskan sampai 250 sampai 300 kg kedelai setiap harinya.
Bagas Dirgantara Pengusaha Tahu GTT Trobu Subur Naibonat Kepada POS-KUPANG.COM, Senin 21 Februari 2022 mengatakan saat ini memang stok kedelai secara nasional memang berkurang.
Akibatnya jumlah produksi yang biasanya setiap hari cukup banyak kini berkurang drastis.
Baca juga: Kedelai Mulai Langka di Ngada, Harga Tahu dan Tempe Naik
Bagas menjelaskan mereka tidak bisa mengikuti dinamika nasional sebab dirinya masih mempertimbangkan nasib karyawan bila mereka ikut mogok.
Soal stok kedelai dia mengatakan saat ini produksi kedelai di Amerika berkurang sedangkan kebutuhan Cina akan kedelai naik 3 kali lipat.
Ditambah lagi pemerintah melakukan stop ekspor minyak goreng dan memberikan subsidi sehingga impor kacang kedelai menjadi lesu.
"Disitulah letak pemicu harga kacang naik, kami sekarang beli kacang 1 karung yang 50 kg itu harga 597 ribu rupiah," ungkap pria yang juga memiliki pabrik tahu di kabupaten TTU ini.
Baca juga: Pabrik Tahu dan Tempe SJ Bajawa Masih Beroperasi, Bahan Baku Mulai Langka
Karena itu menyiasati kenaikan harga kacang kata dia mereka mengurangi jumlah tahu eceran.
Biasanya mereka menjual harga eceran untuk 5 ribu rupiah akan mendapat 13 potong tahu namun sekarang mereka kurangi menjadi 11 potong per lima ribu rupiah.
Dia berharap agar pemerintah juga memperhatikan pengusaha kecil seperti mereka yang menaungi belasan karyawan.
Pasalnya bila harga kacang terus naik mereka juga pasti akan mengurangi ukuran sehingga bisa menutupi biaya operasional.
Pantauan POS-KUPANG.COM beberapa pekerja sedang mengisi sari kedelai kedalam cetakan tahu.
Sementara pekerja lain memotong tahu menjadi bentuk dadu dan diisi kedalam tong besar yang sudah dipesan pelanggan.
tampak berjejeran tong-tong kecil tempat kedelai difermentasi juga tumpukan karung kedelai yang disusun disudut gudang yang hampir mencapai langit-langit.
Letak pabrik tahu ini memang cukup jauh dari jalan persisnya sekitar 150 meter dari jalan menuju bendungan raknamo. (*)