Berita Nasional Hari Ini

Adik Kandung Prabowo Subianto Disebut Main Proyek IKN Nusantara, Begini Katanya Saat Namanya Disebut

Upaya pemerintah membangun lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Penajam Paser Utara, kini terus bergulir. Prabowo Subianto kini jadi sorotan. Lho

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
Hashim Djojohadikusumo, adik kandung Prabowo Subianto menampik semua tudingan bahwa ia juga kecipratan proyek IKN Nusantara di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. 

Ia sudah berencana menjadi penyuplai air bersih di sejumlah kota di Kaltim, tiga tahun sebelum Presiden memutuskan ibu kota pindah ke Penajam Paser Utara.

"Ini adalah proyek air bersih yang kami kembangkan tahun 2015 untuk suplai air bersih ke sejumlah kota di Kalimantan Timur."

"Juga untuk industri, termasuk industri yang nanti akan didirikan oleh grup saya juga."

Baca juga: IRONIS, Kalau Presiden Pilih Ahok Jadi Kepala IKN Nusantara, Kenapa Harus Gelisah? Ini Figur Terbaik

"Kita mau ajukan kepada industri lain, ada pabrik kilang Pertamina, ada pabrik kertas, pabrik sawit yang semuanya memerlukan air bersih, air jernih," ungkapnya.

Oleh karena itu, Hashim mengatakan sangat tidak tepat apabila ia disebut mendapatkan jatah proyek dari pemerintah.

"Saya bisa katakan bahwa itu adalah bohong."

"Ini kebohongan besar sekali, juga merupakan fitnah menurut saya, tidak ada deal politik."

"Itu proyek air bersih semata-mata untuk melayani kebutuhan masyarakat Kalimantan Timur atas permintaan dari masyarakat Kaltim," tegasnya.

Prabowo Subianto: "Kamu Itu, Aku Bicara Teknologi Kamu Bicara Duet"

Meski disebut-sebut sangat berpeluang untuk maju pada Pilpres 2024, namun Prabowo Subianto punya keraguan soal itu.

Menteri Pertahanan RI ini merasa ragu walaupun hasil survei memperlihatkan peluangnya sangat besar untuk hal tersebut.

Keraguan ini masih menghinggapinya karena Prabowo sudah tiga kali maju sebagai calon presiden tapi semuanya gagal.

Pertama, saat berpasangan dengan Megawati Soekanoputri pada Pilpres 2009.

Kedua, di Pilpres 2014 saat berpasangan dengan Hatta Radjasa, dan ketiga, di Pilpres 2019 bermitra dengan Sandiaga Uno.

Berangkat dari faktor itulah sehingga Prabowo kini harus mempertimbangkan lagi apakah ia layak maju untuk Pilpres 2024 mendatang.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved