Mahasiswa Asal Puor, Lembata Ikut Pelatihan Dasar-dasar Jurnalistik

Menurut Paul Burin, seorang wartawan harus memiliki passion, jiwanya harus menyatu dengan panggilan itu.

Penulis: Paul Burin | Editor: Gerardus Manyela
POS KUPANG.COM
Mahasiswa asal Puor, foto bersama narasumber usai pelatihan jurnalistik, Sabtu (12/2). 

Laporan Wartawan POS KUPANG.COM, Paul Burin

POS KUPANG.COM, KUPANG - Para mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Puor, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata di Kupang, mengikuti pelatihan dasar-dasar jurnalistik di Gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI NTT, Jalan Polisi Militer, Kupang, Sabtu, 12 Februari 2022.

Mereka menghadirkan tiga orang narasumber, yakni Erik Kaha dari LKBN Antara, John Seo dari Koran Tempo dan Paulus Kopong Burin dari Harian Pagi Pos Kupang.

Paul Burin yang mendapat sesi pertama pelatihan ini menjelaskan tentang bagaimana menjadi seorang wartawan. Seperti apa profil seorang wartawan dalam tugas-tugasnya.

Seorang wartawan, kata Paul, demikian panggilannya perlu memiliki passion. Jiwanya harus menyatu dengan panggilan itu. Jika tidak memiliki passion sebaiknya mencari profesi yang lain.

Baca juga: Eksplorasi Budaya Lembata Harus Diikuti Dengan Penyusunan Dokumen PPKD

" Tantangannya luar biasa karena kita harus siap bekerja satu kali 24 jam," katanya.

Paul juga mengingatkan peserta untuk belajar dan terus belajar. Berdiskusi dalam membedah berbagai fenomena sosial yang berkembang untuk mengasah ketajaman berpikir.

Wartawan senior Haria Pagi Pos Kupang ini, menjelaskan tentang unsur-unsur berita seperti 5W + 1H, selain check and rechek, cover both side, cover all side serta deskripsi. Sebab kekuatan sebuah news juga terletak pada deskripsi.

Untuk memudahkan peserta dalam memahami sebuah berita dan mempraktikannya, Paul membentuk dua kelompok. Kelompok ini menunjuk seorang menjadi narasumber kemudian ia diwawancarai oleh anggota kelompok. Tulisan dua kelompok itu masing-masing mengangkat angle who (siapa) dan what (apa).

Baca juga: Bupati Lembata Tegaskan Tak Ada Kepentingan Politik Sedikitpun Dari Eksplorasi Budaya

Paul mengatakan sebagai pemula, dua unsur (angle) ini relatif lebih mudah dilakukan.

Ia mengatakan, dari pelatihan ini peserta mampu membuat news sesuai strukturnya. "Dari sisi angle dan struktur berita lumayan baik. Tinggal latih dan melatih lagi. Penajaman dari sisi kelengkapan berita," katanya.

Sedangkan John Seo dan Erik Kaha memaparkan materinya dengan sangat ringkas, tidak bertele-tele. Keduanya menyadari bahwa materi yang diberikan relatif berat untuk kelompok pemula.

John dan Erik mengatakan, materi ini hanya sebagai tambahan untuk memberi pengayaan informasi tentang ragam berita yang lain.

Baca juga: Pemangku Adat Desa Amakaka Tolak Gelar Ritual Adat Jelang Eksplorasi Budaya Lembata 2022

Ketua Keluarga Mahasiswa Puor, Stanis Deri Lamak menyampaikan terima kasih kepada narasumber yang telah memberikan pelatihan ini.

Keri, mahasiswa pada FISIP Unwira, Kupang, ini mengatakan, dengan pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan jurnalis-jurnalis muda di masa yang akan datang. Kegiatan ini kata dia, atas inisiatif para mahasiswa di Kupang.

Sedangkan Erik Wuwur, mantan ketua ikatan mahasiswa ini mengatakan bahwa pelatihan ini dapat membentuk perspektif mahasiswa tentang dunia jurnalistik.

"Kami merasa penting untuk menambah wawasan dalam menulis berita serta rambu-rambu lain tentang kewartawanan," katanya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved