Berita Lembata Hari Ini

Pemangku Adat Desa Amakaka Tolak Gelar Ritual Adat Jelang Eksplorasi Budaya Lembata 2022

Pemangku Adat Desa Amakaka Tolak Gelar Ritual Adat Jelang Eksplorasi Budaya Lembata 2022

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Pemangku adat desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, menolak digelarnya ritual Pao Boe (laut), dalam rangkaian ekplorasi budaya Lembata 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Pemangku adat desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, menolak digelarnya ritual Pao Boe (laut), dalam rangkaian ekplorasi budaya Lembata 2022.

Para pemangku adat setempat itu yakni Lewopuken Tana Alapen, Belen Raya, dan Winay Lewon. Mereka beralasan, belum mendapatkan tanda secara spiritual tentang penting dan segera dibuatkan ritual adat Pao Boe (laut) di Desa Amakaka sebagaimana dianggap Pemda Lembata.

Padahal, rundown kegiatan eksplorasi budaya, pemerintah menjadwalkan, ritual Pao Boe (laut) ini digelar Senin, 7 Februari 2022.

Para pemangku adat setempat mempertanyakan kesakralan ritual adat itu, jika pemerintah memaksa untuk digelar ritual, hanya untuk menyukseskan kegiatan Eksplorasi Budaya 2022.

Baca juga: Dosen Unwira Kupang dan Ibu-ibu Desa Amakaka Lembata Luncurkan Keripik Singkong Ile Ape

Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Amakaka, Ambrosius Boyang, kepada media ini, Minggu (6/2/2022).

"Ritual Pao Boe Taji Lewa itu di buat dalam rangka misalnya menjinakkan ombak yang besar, kurangnya hasil panen di laut. Semua ritual itu sudah dilakukan para pemangku adat di Desa karena situasi mendesak saat itu. Pada saat bencana banjir bandang beberapa waktu lalu, ritual sudah dibuat mulai dari puncak gunung sampai ke laut," ujar Ambrosius Boyang.

Ia menyebut, para pemangku adat di desanya menolak karena situasi laut di Desanya aman-aman saja.

"Orang tua di desa takutkan kalau kita buat, sama saja kita minta. Buat ritual ini harus dari niat orang tua pemangku adat, harus ada tanda alam, atau tanda berupa mimpi, baru dibuatkan ritual," ujarnya.

Baca juga: Di Kabupaten Lembata, Desa Amakaka Jadi Tempat Kunjungan Presiden Jokowi Meninjau Lokasi Bencana 

Disebutkan, jelang kegiatan Eksplorasi budaya, termasuk ritual adat Pao Boe di desa Amakaka, waktu dan material pembuatan ritual disiapkan oleh pemerintah.

"Orang tua di kampung pertanyakan, kesakralan nya dimana. Dulu orang tua wariskan kepada kita bukan seperti ini. Saya lihat pemerintah hampir menjadi pelaku ritual. Jadi atas penolakan para pemangku adat di Desa, saya bantu sampaikan kepada pemerintah, juga kepada media," ujar Kepala Desa Amakaka, Ambrosius Boyang. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved