Timor Leste
Inilah Alasan Pertumbuhan Ekonomi di Timor Leste Terbilang Lambat Dari Negara Asia Tenggara Lainnya
Pertumbuhan ekonomi Timor Leste terbilang masih lambat dibandingkan negara-negara Asia Tenggara.
Penulis: Maria Enotoda | Editor: maria anitoda
POS-KUPANG.COM- Timor Leste yang sebelum merdeka bernama Timor Timur, adalah sebuah negara pulau di Asia Tenggara.
Negara ini berada di sebelah utara Australia dan bagian timur pulau Timor.
Selain itu wilayah negara ini juga meliputi pulau Kambing atau Atauro, Jaco, dan eksklave Oe-Cusse Ambeno di Timor Barat.
Timor Leste beriklim tropis dan umumnya panas dan lembab.
Baca juga: Timor Leste Beri Pembekalan kepada 86 Pekerja Musiman Sebelum Keberangkatan ke Australia
Terdapat dua musim yaitu musim panas dan musim hujan.
Jika musim hujan, hujan yang turun akan sangat deras, dan jika kemarau, akan sangat jarang tururn hujan.
Dari prospektif topografis, wilayah Timor-Timur sebagian besar terdiri dari daerah-daerah pegunungan yang membentang dari timur ke barat.
Bentangan-bentangan pegunungan ini ada kalanya terputus, sehingga membentuk lembah-lembah serta jurang-jurang yang curam dan amat dalam.
Baca juga: Sejarah Perkembangan Agama di Timor Leste, Bumi Lorosae Didominasi Agama Ini Hingga Tahun 2022
Kemudian, ditengah-tengahnya mengalir sungai-sungai kecil yang sangat mempersulit transportasi. tanahnya amat banyak mengandung kapur, karang, tanah liat yang pekat, dan pasir serta cuma sedikit yang tergolong tipe tanah vulkanik.
Di Timor-Timur, terdapat 7 buah gunung yang ketinggiannya lebih dari 2.000 meter. Di Kabupaten Ainaro, terdapat Gunung Tatamailau (2.495 m), dan Gunung Usululi (2.620 m).
Pertumbuhan ekonomi Timor Leste terbilang masih lambat dibandingkan negara-negara Asia Tenggara.
Timor Leste berada di peringkat 152 negara sebagai negara termiskin di dunia dari 193 negara.
Baca juga: Menlu Timor Leste di Canberra, Tanda Tangan MoU dengan Australia dalam Program PALM
Selain amat tergantung secara politik kepada mantan penjajah Portugal, Timor Leste mengadopsi mata uang Dolar Amerika Serikat sebagai mata uang resmi negaranya yang mengakibatkan daya beli rakyat jauh menurun dibandingkan ketika masih menjadi provinsi Indonesia.
Pada November 2007, terdapat sebelas kecamatan di mana kebutuhan makanan harus dipasok oleh bantuan internasional.
Tidak ada hukum perlindungan hak cipta di Timor Leste.