Berita Kabupaten Belu

20 Orang Pasien COVID-19 di Kabupaten Belu Dirawat. Pemerintah Berasumsi Varian Omicron 

Sebanyak 20 pasien terkonfirmasi Covid-29 di Kabupaten Belu dirawat di rumah sakit. Para pasien dirawat di Rumah Sakit Tentara (RST) sebanyak 17 orang

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp. PD 

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG. COM, ATAMBUA - Sebanyak 20 pasien terkonfirmasi Covid-29 di Kabupaten Belu dirawat di rumah sakit. Para pasien dirawat di Rumah Sakit Tentara (RST) sebanyak 17 orang dan Rumah Sakit Sito Husada Atambua tiga orang. 

Hal ini disampaikan Bupati Belu yang juga Ketua Gugus Tugas, dr. Agustinus Taolin, Sp. PD-KGEH,FINASIM kepada Pos Kupang. Com, saat dikonfirmasi Kamis 10 Febuari 2022.

Bupati Agus Taolin membenarkan adanya peningkatan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Belu. Secara jelas varian yang ada saat ini belum diketahui pasti karena harus diuji di Laboratorum. Tetapi pemerintah kata Bupati Agus harus punya asumsi bahwa varian yang lagi ada saat ini adalah varian Omicron. 

"Kita sudah kirim spesimen ke Jakarta untuk lihat yang positif-positif ini, apakah varian Omicron atau bukan. Tapi kita sebagai pemerintah harus punya asumsi bahwa varian yang ada ini adalah varian Omicron", kata Bupati Agus Taolin. 

Dokter Spesialis Penyakit Dalam ini menjelaskan, peningkatan kasus COVID-19 di Kabupaten Belu saat ini tidak sebanding dengan peningkatkan kasus saat penghujung varian Delta. Kecepatan penularan varian Delta lebih cepat dibandingkan varian Omicron. Selain kecepatan juga ringan beratnya penyakit ditimbulnya. 

Baca juga: Meski Sudah Ada Omicron, Pemkot Kupang Tetap Terapkan PPKM Level II

"Memang ada peningkatan kasus yah. Tetapi dibandingkan dengan puncak kasus Delta itu dia (omicron-Red) belum melebihi itu. 

Berbedanya dengan varian Delta adalah kecepatan. Kecepatan itu adalah peningkatan kasus. Kemudian ringan beratnya penyakit", jelas dr. Agus Taolin. 

Bupati mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan masyarakat harus beranggapan bahwa varian Omicron itu sudah ada. Di NTT kata Bupati Agus sudah ditemukan satu kasus di Kupang. Artinya varian Omicron sudah ada di NTT. Bila terjadi peningkatan kasus akhir-akhir ini maka itu adalah varian Omicron. 

"Omicron sudah ada di NTT dan kalau dia meningkatnya cepat pasti Omicron, hampir dipastikan", ujarnya. 

Bupati meminta masyarakat agar tidak panik tetapi waspada. Kemudian, masyarakat tidak perlu mempersoalkan Omicron atau bukan. Hal penting yang harus dilakukan adalah mematuhi protokol kesehatan. 

Kata Bupati Agus Taolin, apapun janis variannya, cara pencegahan tetap sama yakni protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak. 

"Yang berbeda antara Delta dan Omicron adalah kecepatan kemudian gejalanya lebih ringan serta tingkat kematian lebih rendah. 

Kata Bupati, bila seorang yang terkonfirmasi positif COVID-19 mengalami gejala ringan bisa isolasi mandiri tetapi kalau gejalanya berat dirawat di rumah sakit. (jen). 

Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp. PD
Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp. PD (POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS)
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved