Berita Ende Hari Ini

Erik Rede Soroti Peran Ayah dalam Upaya Pencegahan Stunting di Ende

Wakil Bupati Kabupaten Ende, Erikos Emanuel Rede atau Erik Rede memberi penekanan pada peran ayah dalam upaya pencegahan stunting di Kabupaten Ende

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
CEGAH STUNTING - Erik Rede saat memberi arahan dalam rapat koordinasi percepatan penurunan stunting tingkat Kabupaten Ende di Aula Emaus, Kota Ende, Rabu 9 Februari 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, ENDE, Oris Goti

POS-KUPANG.COM, ENDE - Wakil Bupati Kabupaten Ende, Erikos Emanuel Rede atau Erik Rede memberi penekanan pada peran ayah dalam upaya pencegahan stunting di Kabupaten Ende.

Menurut Erik, ayah cendrung kurang terlibat dalam urusan mengasuh anak sehingga tugas dan tangung jawab mengasuh, memerhatikan tumbuh kembang anak, hanya dibebankan kepada ibu.

Erik menegaskan, ayah dan ibu mesti saling melengkapi dalam mengasuh anak. Oleh karena itu, sasaran sosialisasi dan edukasi mengenai stunting, harus juga melibatkan ayah, tidak hanya ibu.

Peran ayah juga sangat penting mendampingi ibu saat mengandung, melahirkan, pasca melahirkan dan selanjutnya bersama - sama mengasuh dan memerhatikan tumbuh kembang anak.

Baca juga: Tanggapi Surat Penarikan Pelantikan Wabup, Erik Rede : Siap Dampingi Bupati Djafar 

"Jadi kita akan turun ke wilayah terutama yang angka stuntingnya tinggi. Kita hadirkan jangan hanya ibu, tetapi juga ayah,".

Demikian kata Erik dalam rapat koordinasi percepatan penurunan stunting tingkat Kabupaten Ende, yang diselenggarakan oleh BKKBN Kabupaten Ende, di Aula Emaus, Kota Ende, Rabu 9 Februari 2022.

Menurut Erik ada fakta di lapangan, anak malas makan. Dia menegaskan, hal ini tidak boleh menjadi alasan bagi orangtua. Orangtua tidak boleh putus asa. Harus mampu dengan sabar dan bila perlu melakukan konsultasi dengan orang yang berkompeten.

Dalam kesempatan itu Erik menyebut angka stunting paling tinggi di Kabupaten Ende yakni di Kecamatan Kota Baru. "Yang jelas nanti ada tindak lanjut," kata Erik.

Baca juga: IKKEF Kupang Gelar Syukuran Pelantikan Wabup Ende Erik Rede

Erik mendorong dalam rapat koordinasi tersebut, para peserta rapat bisa menemukan akar dan solusi terkait permasalahan stunting di Kabupaten Ende.

Intervensi Pemerintah Kabupaten Ende

Erik menerangkan, perlu ada intervensi anggaran melalui APBD untuk penanganan stunting di Kabupaten Ende. Pasalnya selama ini, sumber dana dari APBN.

Dia juga menegaskan dana desa juga semestinya bisa dianggarkan untuk penanganan stunting. "Tangung jawab ini tidak saja tangung jawab Pemerintah Kabupaten tetapi tangung jawab pemerintah secara berjenjang," tegasnya.

Di sisi lain, Erik mengakui, pandemi Covid-19 menyedot cukup banyak anggaran. oleh karena dia kembali menegaskan tangung jawab soal stunting, dari sisi anggaran merupakan tangung jawab Pemerintah secara berjenjang.

Menurutnya, selama ini orientasi penggunaan dana desa cendrung pada pembangunan fisik. "Jadi kita perlu juga memikirkan aspek sumber daya manusia, bagaimana kita mempersiapkan generasi kita," pungkas Erik. (*)

Sumber: Pos Kupang
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved